Penjualan Buah-buahan di Pasar Kosambi Bandung Anjlok Akibat Larangan Makan di Restoran dan Kafe

"Biasanya dalam sehari bisa menjual satu kuintal buah, sekarang 60 kilogram saja dalam dua hari nggak habis"

TribunJabar/Putri Puspita
Suasana los buah-buahan di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Rabu (28/7/2021) 

ADANYA aturan tidak boleh menikmati makanan dan minuman di kafe ataupun restoran ternyata berdampak pada pedagang pasar tradisional.

Menurunnya jumlah pengunjung yang datang membuat tidak adanya pesanan minuman yang berbahan baku buah-buahan.

Minuman segar yang biasanya jadi incaran banyak orang saat menjajal kuliner di Bandung, justru saat ini mati total.

Tidak hanya para pengusaha kafe dan restoran yang menjerit, para pedagang pasar yang menjual buah-buahan pun mengalami penurunan omzet.

Pedagang jeruk di los buah Pasar Kosambi, bandung, Rabu (28/7/2021). Jeruk menjadi buah yang banyak dicari saat pandemi Covid-19
Pedagang jeruk di los buah Pasar Kosambi, bandung, Rabu (28/7/2021). Jeruk menjadi buah yang banyak dicari saat pandemi Covid-19 (TribunJabar/Putri Puspita)

Pedagang buah di Pasar Kosambi, Darto mengatakan semenjak adanya aturan tidak diperbolehkan pembeli untuk dine in, pembeli buah-buahan pun turun drastis.

"Penjualan berkurang hingga 80 persen, selain orang-orang sudah tidak punya uang, kafe di hotel dan restoran juga tidak membeli buah-buahan lagi," ujar Darto saat ditemui, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Kelompok Wanita Tani Naga Asri di Kalipucang Pangandaran Memproduksi Permen Buah Naga

Apalagi di masa PPKM Darurat hingga kini PPKM Level 4, penjualannya pun bertambah parah turun drastis.

"Biasanya dalam sehari bisa menjual satu kuintal buah, sekarang 60 kilogram saja dalam dua hari nggak habis," ucap Darto.

Baca juga: Meneguk Segar dan Sehatnya Joozbar, Jus Alami dari Buah-Buahan Tanpa Tambahan Air dan Gula

Selain itu juga diakui Darto harga buah-buahan pun harganya malah merangkak naik.

Misalnya saja untuk harga apel yang biasanya ia beli Rp 300.000 untuk satu atau dua kilogram, kini naik jadi Rp 440.000 kilogram.

Di masa pandemi, kata Darto, buah-buahan yang kaya akan vitamin C menjadi incaran pembeli.

"Banyaknya sekarang pembeli itu ibu-ibu yang mencari lemon, jambu, dan jeruk," ucapnya. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved