Asosiasi Kafe dan Restoran Pertanyakan Manfaat Sertifikat CHSE Jika Tidak Boleh Makan di Tempat

Bukan berarti kami tidak peduli atau tidak pro terhadap PKL ya, kami tahu  mereka juga berjualan untuk mencari makan, cuma aturannya yang kami kritik

Dokumentasi Tribun Jabar
Salah satu sosialisasi larangan makan di tempat di salah satu kafe di Bandung Wetan, Juni lalu 

PANDEMI Covid-19 yang berlangsung hingga 17 bulan ini telah melumpuhkan sektor usaha kafe dan restoran.

Adanya aturan hanya menerima take away dan tidak dibolehkan untuk menyantap makanan dan minuman di lokasi membuat para pengusaha kafe dan restoran merugi.

Bahkan saat ini sudah puluhan usaha kafe dan restoran di Jawa Barat sudah tutup dengan kerugian yang begitu besar.

Kozi Coffee di Jalan Dipatiukur Bandung, berbagi kopi dan makanan bagi warga, Senin (5/7/2021)
Kozi Coffee di Jalan Dipatiukur Bandung, berbagi kopi dan makanan bagi warga selama PPKM, Senin (5/7/2021) (Dokumentasi Kozi Coffee)

Dari keterangan rilis yang diterima, Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) terus melakukan usaha dengan berkoordinasi khususnya Pemerintah Kota Bandung dengan melaporkan keadaan dan memberikan pengajuan dan tuntutan. 

Ketua Harian AKAR, Gan Bonddilie menilai, perhatian pemerintah Kota Bandung terhadap pengusaha kafe dan restoran masih sangat kecil.

Baca juga: Tiga Kali Ditutup Selama Pandemi Ini, Objek Wisata The Great Asia Africa Terpaksa Rumahkan Karyawan

"Hingga saat ini kita selaku pengusaha kafe dan restoran di kota Bandung tidak pernah diajak untuk berdiskusi," ujar Gan Bonddilie, Rabu (28/7/2021). 

AKAR juga melihat  perwal PPKM tidak berpihak kepada para pelaku usaha, padahal secara aturan, menurut Gan, kafe dan restoran sudah melakukan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Baca juga: Kozi Coffee Dipatiukur bagi-bagi Kopi Hitam Gratis dan Makanan Saat Siang Hari

"Kami mengikuti aturan protokol kesesehatan yang ketat seperti dibuatkannya tempat cuci tangan, penyediaan hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh kepada pelanggan dan  jarak dan kapasitas yang dibatasi, " ujarnya. 

Ia pun mempertanyakan akan pedagang kaki lima yang bisa menerima pengunjung untuk menikmati makanan di lokasi. 

Area Bober Backyard di Jalan Bojongkoneng Atas, Bandung yang penuh warna dan cocok dijadikan  spot foto
Area Bober Backyard di Jalan Bojongkoneng Atas, Bandung yang penuh warna dan cocok dijadikan spot foto . Selama PPKM Darurat tidak ada yang bersantap di tempat itu (TribunJabar/Putri Puspita)

Padahal menurutnya ketika masyarakat menikmati makanan yang dibeli di pinggir jalan, tidak ada tempat mencuci tangan yang  layak. 

"Bukan berarti kami tidak peduli atau tidak pro terhadap PKL ya, kami tahu  mereka juga berjualan untuk mencari makan, cuma aturannya yang kami kritik," tegasnya. 

Baca juga: Bisnis Objek Wisata di KBB Babak Belur, Pelaku Wisata Diusulkan Dapat Bantuan Selama PPKM Darurat

Padahal dari pemerintah, restoran yang menerapkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability ) artinya telah menerapakan protokol baik kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan. 

Ia pun mempertanyakan sertifikat CHSE tersebut untuk apa, apalagi kafe dan restoran pun harus membeli alat-alat  pencegahan penyebaran covid, bahkan sampai mengluarkan dana belasan juta. Meski demikian, pengunjung masih tidak boleh diperbolehkan untuk dine in. 

Kedai Nyonya Rumah yang berada di Jalan Naripan No 92 C, Kota Bandung, dengan suasana seperti beach club Bali
Kedai Nyonya Rumah yang berada di Jalan Naripan No 92 C, Kota Bandung, dengan suasana seperti beach club Bali. Selama pandemi kafe ini pun sepi pengunjung (TribunJabar/Putri Puspita)

"Seharusnya jika kami sudah menerapkan standar tersebut yang sesuai dengan CHSE bisa dine-in (makan di tempat). Minimal yang sudah CHSE 50 persen dine in, dan yang belum 25 persen, sehingga sertifikat ini jelas kegunaannya," ujarnya. 

Ia pun mengatakan banyak restoran yang berondong-bondong melakukan hal yang sama, namun terlihat tidak ada manfaatnya. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved