Sandiaga Uno Siapkan Hibah Rp 2,4 triliun bagi Pelaku Usaha Pariwisata Terdampak Covid-19

"Kami sedang proses pendataan, berdasarkan data ada ratusan ribu di Jabar dengan situasi sekarang akan bertambah"

Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman
Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Sabtu (17/7/2021) 

PELAKU sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19 bakal mendapatkan bantuan dari dana hibah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kemenparekraf menyiapkan dana hibah sebesar Rp 2,4 triliun yang sudah disetujui Kementerian Keuangan.

"Target sementara hasil diskusi dengan Kementerian Keuangan, kita akan mengutilisasi dana yang teralokasi sebesar Rp 2,4 triliun dan harapannya ini bisa tereksekusi," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Jl Setiabudi, Kota Bandung, Sabtu (19/7/2021).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dedi Taufik
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dedi Taufik (Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman)

Pihaknya bakal berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk verifikasi dan validasi data penerimanya, mengingat saat ini kata dia, pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berjumlah 34 juta orang.

Baca juga: Bisnis Objek Wisata di KBB Babak Belur, Pelaku Wisata Diusulkan Dapat Bantuan Selama PPKM Darurat

Porsi anggaran tersebut, kata dia, akan disesuaikan dengan kondisi setiap daerah. Ia mencontohkan, salah satu alokasi yang besar adalah Provinsi Jawa Barat. Selain populasinya tinggi, kunjungan wisatanya pun menjadi andalan.

Wisata Alam Santosa di Pasir Impun, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung
Wisata Alam Santosa di Pasir Impun, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

"Tentu alokasi harus dipertimbangkan untuk ditambahkan itu upaya kita, datanya akan diverifikasi dan divalidasi, dengan koordinasi dengan pemerintah daerah," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jawa Barat, Dedi Taufik menambahlan, dampak pandemi sangat terasa bagi para pelaku parekraf di Jabar.

Baca juga: Objek Wisata Sepi, Buruh Perahu Pesiar Jadi Nelayan Mencari Ikan di Pantai Barat Pangandaran

Salah satu indikatornya, kata dia, banyak pengusaha hotel dan pariwisata gulung tikar di masa penerapan PPKM darurat. Terbaru, kata dia, ada 10 pengusaha di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menutup usahanya.

Kolam renang air panas di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, Garut
Kolam renang air panas di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, Garut (Dokumentasi Tribun Jabar)

Pemprov Jabar pun saat ini masih mendata jumlah pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang akan menerima dana hibah tersebut.

"Kami sedang proses pendataan, berdasarkan data ada ratusan ribu di Jabar dengan situasi sekarang akan bertambah, seiring dengan proses pendataan yang kita lakukan," ujar Dedi.

Baca juga: Tiga Kali Ditutup Selama Pandemi Ini, Objek Wisata The Great Asia Africa Terpaksa Rumahkan Karyawan

Pendataan pun berlaku bagi program percepatan vaksinasi yang diamanatkan Sandiaga Uno. Pasalnya, realisasi jangkauan vaksin kepada para pelaku industri parekraf masih rendah.

"Ya, termasuk untuk vaksinasi. Berdasarkan data dari Kemenparekraf, baru 5 persen realisasi vaksin untuk pelaku industri parekraf. Masih rendah. Ini menjadi fokus kami juga," ucapnya. (Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved