Karyawan Hotel dan Restoran di Pangandaran Berharap PPKM Darurat Tidak Lebih dari Tanggal 20 Juli

Ya, mudah-mudahan hingga 20 Juli PPKM darurat ini berakhir dan objek wisata Pangandaran dibuka lagi seperti biasa"

Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar/Padna
Dedi Kurniadi, karyawan Restoran Karya Bahari 3, Pangandaran sedang menutup restoran, Minggu (4/7/2021) 

PEMERINTAH Kabupaten Pangandaran memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.  Semua objek wisata pun ditutup. Akibatnya banyak pegawai di restoran  dan hotel dirumahkan.

Dedi Kurniadi (49), seorang karyawan restoran di Pantai Timur Pangandaran adalah salah satu yang dirumahkan. 

"Rumah makan ini ditutup sejak hari Selasa (29/6/2021), dan setiap 3 hari sekali tempat rumah makan ini dibersihkan," ujar Dedi saat ditemui Tribunjabar.id di sela sela kerjanya membersihkan rumah makan, Minggu (4/7/2021).

Dedi Kurniadi, karyuawan Rumah Makan karya Bahari 3 Pangadnaran, menutup rumah makan, Minggu (4/7/2021).
Dedi Kurniadi, karyuawan Rumah Makan karya Bahari 3 Pangadnaran, menutup rumah makan, Minggu (4/7/2021). (Tribun Jabar/Padna)

Apalagi, kata Dedi, sejumlah barang mudah karatan seperti besi stainless ini, karena rumah makannya kebetulan dekat air laut.

Dedi mengatakan,  karyawan lainnya  sementara diperkerjakan di kebun milik bosnya.

"Sampai hari ini mereka bekerja di kebun milik bos, tapi mulai Senin (5/7) dan kedepannya semua karyawan sebanyak kurang lebih 60 orang dirumahkan sementara.  Nanti kalau lockdown-nya sudah dibuka kembali, baru mereka bekerja kembali seperti biasa," ucapnya.

Baca juga: Semua Objek Wisata di Pangandaran Ditutup Sementara, Tamu Hotel Diminta Pulang

Menurutnya, tinggal dua orang lagi bekerja yang bergantian piket dan berjaga di rumah makan.

Di tempat terpisah, manager salah hotel di Pantai Barat Pangandaran, mengaku di tempatnya juga sama banyak karyawan yang sementara dirumahkan.

"Hanya tersisa paling beberapa orang saja yang melakukan bersih-bersih di hotel," ujarnya.

Pantai Pangandaran
Pantai Pangandaran (TribunJabar)

Namun Lutfi pun cemas dan bingung jika PPKM Darurat diperpanjang lebih dari tanggal 20 Juli. "Kalau diperpanjang terus nanti gajinya dari mana," ucap Lutfi.

Mereka yang sekarang dirumahkan, kata Lutfi, tidak digaji karena semuanya diliburkan tanpa digaji.

Baca juga: Pekerja Migran di Luar Negeri Akan Dilibatkan untuk Promosi Pariwisata Kabupaten Pangandaran

"Kami juga bingung, banyak dari mereka yang sudah berumah tangga. Kasihan memang, tapi harus gimana lagi. Ya, mudah-mudahan hingga 20 Juli PPKM darurat ini berakhir dan objek wisata Pangandaran dibuka lagi seperti biasa," ucap Lutfi.  (tribunjabar/padna)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved