Ada 20.000 Orang Bergantung Pada Objek Wisata, Pemda Diminta Hati-hati Menutup Tempat Wisata

ditutupnya objek wisata berdampak pada tour guide, travel biro, hotel, dan orang-orang yang bergantung pada perjalanan wisata

TribunJabar/Putri Puspita
Ketua DPD Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Jawa Barat, Heni Smith saat menghadiri pameran radio kuno di Bandung, beberapa waktu lalu. 

"Jangan hanya menutup objek wisata yang selama ini dijadikan alasan penyebaran covid-19," ujarnya.

Padahal menurut  Budijanto, selama ini objek wisata juga sudah melakukan beberapa standar yang memenuhi protokol kesehatan seperti berwisata sehat dan juga  bersertifikat layak kunjung dari pihak terkait.

Baca juga: Sahrul Gunawan Apresiasi Kampung Wisata Bedas Sabumi di Bumiwangi Ciparay

"Artinya pariwisata tidak asal buka dan menerima pengunjung. Karena dengan ditutupnya objek wisata banyak yang terdampak seperti tour guide, travel biro, hotel, dan juga orang-orang yang bergantung pada perjalanan wisata," ujarnya.

Jembatan Bucin di KBB
Jembatan Bucin di KBB (TribunJabar/Syarif Pulloh Anwari)

Pihaknya meminta pemerintah bercermin dari daerah lain yang tidak gampang menutup objek wisata saat dilakukan evaluasi tingginya penyebaran covid 19. 

Kedua asosiasi ini meminta pemerintah melakukan dengar pendapat atau berdialog terlebih dahulu dengan pengelola objek wisata atau institusi yang terkait dalam bidang tersebut sebelum mengambil keputusan untuk ditutup.

Baca juga: Semua Objek Wisata di Kabupaten Bandung Barat Ditutup, Disparbud KBB Sebar Surat Edaran

Selama ini menurut Heni pihaknya sangat kooperatif  dengan kebijakan  yang dilakukan oleh pemerintah.

Namun sekarang adalah saatnya untuk berdialog dengan pemerintah agar pihak pemerintah juga lebih mendapatkan informasi dari banyak pihak.  

Kolam renang di Taman Lalu Lintas, Jalan Belitung No 1, Kota Bandung
Kolam renang di Taman Lalu Lintas, Jalan Belitung No 1, Kota Bandung (TribunJabar)

"Objek wisata itu sudah memenuhi standar pariwisata dengan standar kesehatan tertentu.  Kita juga memenuhi standar-standar tertentu dalam SOP protokol kesehatan," ujarnya.

Apalagi selama ini Satgas Covid -19 yang diwakili oleh satpol PP juga terus memperhatikan perkembangan di lapangan.

Sehingga harus ada beberapa hal yang diperbaiki sebelum mengambil keputusan menutup objek wisata seperti yang selama ini dilakukan. (tribunjabar/putri puspita)

 

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved