Konsistensi Rasa Mie Tegallega yang Terjaga. Minya Lembut, Baksonya Empuk Gurih

"Seringkali pelanggan lama bercerita bahwa makan mi di sini sebenarnya tidak sekadar makan, tapi ada cerita nostalgia yang pernah dialami"

TribunJabar
Mie Tegallega 

MESKI cenderung tipis, mi terasa sangat lembut. Baksonya pun gurih, empuk, dan mudah dipotong. Saat mi, bakso, dan kuah dimakan bersama, berpadu sensasi kaldu ayam dan gurihnya bakso sapi.

Tak hanya itu, kenikmatan juga begitu terasa pada cekernya yang putih bersih nan lembut dan potongan pangsit kecil yang menambah sensasi renyah pada mi bakso.

Kelezatan tersebut bisa Anda dapatkan di Mie Tegallega. Kedai bakso yang telah beroperasi sejak 1968 ini memang dikenal jagonya mi bakso bergaya bakmi.

Mie Tegallega
Mie Tegallega (TribunJabar)

Satu porsi bakso berisi mi, tiga butir bakso, satu pangsit berisi ayam, ceker, sayur sosin, dan taburan ayam cincang. Kerupuk pangsit disajikan terpisah.

Menurut pengelola Mie Tegallega generasi kedua, Arie M Ilyas, cita rasa mi bakso di sini terus dipertahankan sejak dulu.

Baca juga: Menyeruput Mie Kelelep Khas Teras Luhur, Kuahnya Hangat dan Baksonya Gurih di Lidah

"Dari tahun 1968 masih sama cita rasa sampai sekarang. Kalau berubah bahaya. Pakemnya harus tetap dipertahankan," ujar Arie saat ditemui di kedainya Jalan Kopo No 151 Bandung, beberapa waktu lalu.

Secara keseluruhan, penampilan dan cita rasa memang tetap tak berubah. Namun, untuk memenuhi permintaan pelanggan, ia sedikit memberi ayam cincang pada topping mi bakso sebagai pengganti topping lama, yakni tongcay.

Mie Tegallega
Mie Tegallega (TribunJabar)

Kuahnya memang tidak segurih bakso Solo, yang kaya akan kaldu sapi. Namun, bukan berarti mi bakso di sini tak berselera. Kaldu ayam pada kuahnya dari rebusan ayam memberikan sensasi tersendiri.

"Kuahnya pakai bawang putih dan bumbu dapur lainnya terus ayam direbus dan ditambah ceker. Dari situ kaldu ayamnya," ucapnya.

Saus yang dipakai pun saus pedas asli dari merek ternama.

Baca juga: Bakso Pak Pardi Ini Jadi Incaran Warga dan Wisatawan di Blok Pasar Wisata Pananjung Pangandaran

Menurut Arie, konsistensi rasa menjadi salah satu faktor yang membuat Mie Tegallega mampu eksis puluhan tahun. Selain itu, pengelolaan yang melibatkan keluarga pun memegang peran penting langgengnya usaha tersebut.

Dalam sehari, 200-250 butir bakso diproduksi. Sekitar 45 porsi mi bakso habis terjual setiap hari.

Baca juga: Mie Bakso Jumbo Paling Mantap di Kedai Mie Baso Solo Raos Pak Pardi Antapani

"Seringkali pelanggan lama bercerita bahwa makan mi di sini sebenarnya tidak sekadar makan, tapi ada cerita nostalgia yang pernah dialami. Maka tidak heran kalau ada yang dulu bapak ibunya makan di sini, sekarang anaknya beserta cucunya yang makan di sini," ujarnya.  (tribun jabar)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved