Berbagi Kegembiraan di  Taman Endemik, Teras Cikapundung di Jalan Siliwangi Bandung

"Kebetulan saat pelaksanan tidak terlalu banyak pengunjung ke taman ini, sehingga kegiatan ini bisa dilakukan lebih lancar,"

Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Anak-anak membersihkan sampah di Sungai Cikapundung yang melintas Teras Cikapundung, Selasa (25/5/2021) 

INTENSITAS hujan yang tinggi pada Senin (24/5) malam hingga Selasa (25/5) subuh membuat volume air meningkat di berbagai tempat di Kota Bandung, terutama di kawasan sungai-sungai yang melintas Kota Bandung, khususnya Sungai Cikapundung.

Hal ini membuat aliran sungai dipenuhi berbagai macam sampah, yang tentu sangat merusak pemandangan dan berpotensi menjadi tumpukan yang menghambat aliran air sungai. 

Untuk mencegah berbagai kemungkinan buruk, sekelompok relawan Peduli Sungai Cikapundung yang berada di sekitar bantaran Sungai Cikapundung, di kawasan Teras Cikapundung, Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung, melakukan aksi bersih sungai dari kotoran dan sampah, Selasa (25/5).

Anak-anak membantu membersihkan sampah sungai di Teras Cikapundung, Jalan Siliwangi, Bandung, Rabu (26/5/2021)
Anak-anak membantu membersihkan sampah sungai di Teras Cikapundung, Jalan Siliwangi, Bandung, Selasa (25/5/2021) (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Aksi tersebut melibatkan sejumlah anak usia sekolah, yang biasa menjadi relawan, di kawasan sungai tersebut. Sangat menarik memang mengingat anak-anak ini melakukan "pekerjaannya" dengan ceria dan bahagia tanpa tekanan apapun.

Para anak relawan ini turun ke sungai sejak pagi hingga siang memungut sampah. Di tangan mereka ada kantong plastik untuk menyimpan sampah yang mereka pungut di Sungai Cikapundung. Tak terhitung berapa banyak sampah yang berhasil mereka kantongi dan kumpulkan. Kantong-kantong sampah itu dipilah-pilah untuk memisahkan sampah organik, anorganik, serta sampah yang bisa didaur ulang.

Menurut salah seorang koordinator relawan, Iwan Lumintang, kegiatan pungut sampah oleh para relawan anak ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan sebagai wahana edukasi alam dan mental, yang bisa dilakukan oleh anak-anak, untuk diteruskan kepada anak-anak lain.

"Mereka kami edukasi juga untuk menularkan kebiasaan baik, yaitu melarang warga untuk tidak buang sampah sembarangan, terlebih membuang ke sungai," ujar Iwan. 

Anak-anak meloncat ke Sungai Cikapundung yang melintas Teras Cikaoundung di Jalan Siliwangi, Rabu (26/5/2021)
Anak-anak meloncat ke Sungai Cikapundung yang melintas Teras Cikapundung di Jalan Siliwangi,Selasa (25/5/2021) (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Iwan menyatakan Sungai Cikapundung adalah milik masyarakat sehingga harus dimumule atau dipelihara kebersihan dan keasriannya. Pasalnya, kata Iwan, keberadaan sungai adalah sangat penting bagi kehidupan umat manusia.

"Seluruh relawan Cikapudung jumlahnya mencapai 4.000 orang tergerak untuk terus mencintai Sungai Cikapundung serta melestarikan dan melindunginya dari berbagai potensi kerusakan yang akan merugikan kita semua," katanya.

Penganggung Jawab Teras Cikapundung BBWS Citarum Babakan Siliwangi Sugiatno alias Wa Cadok mengatakan kegiatan membersihkan sampah dari Sungai Cikapundung adalah upaya menjaga keberadaan dan kelestarian Sungai Cikapundung.

"Kebetulan saat pelaksanan tidak terlalu banyak pengunjung ke taman ini, sehingga kegiatan ini bisa dilakukan lebih lancar," kata Wa Cadok.

Pengunjung naik perahu karet menyusuri Sungai Cikapundung dalam jarak pendek di Teras Cikapundung, Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (14/5/2021)
Pengunjung naik perahu karet menyusuri Sungai Cikapundung dalam jarak pendek di Teras Cikapundung, Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (14/5/2021) (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Menurut Wa Cadok, Teras Cikapundung, di Jalan Siliwangi bukan kawasan wisata, namun adalah taman endemik yang bisa dikunjungi warga.

Wa Cadok mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi untuk menjaga keberadaan Sungai Cikapundung dari sampah dan kotoran lain yang dapat mengganggu ekosistem sungai.

"Saya mengimbau warga masyarakat untuk lebih sadar akan keberadaan sungai-sungai di sekitar kita. Sungai itu sangat penting sehingga wajib dipelihara kebersihannya," katanya.

Salah seorang relawan, Ari Maulana, mengatakan, kegiatan yang dilakukan saat itu lebih digelar karena ada dorongan jiwa para relawan peduli Sungai Cikapundung.

Plaza di Teras Cikapundung, Jalan Siliwangi, Kota Bandung
Plaza di Teras Cikapundung, Jalan Siliwangi, Kota Bandung (TribunJabar/Putri Puspita)

"Ini panggilan jiwa kami semua, kami tidak bisa membiarkanSungai Cikapundung kotor oleh sampah. Kami tak mau menunggu lebih lama, langsung turun membersihkan sampah-sampah di sungai," ujar Ari. 

Menurut Ari, kegiatan seperti itu mendarah daging dalam diri mereka, sehingga meski tanpa dibayar, mereka melakukan kegiatan ini dengan bahagia dan suka cita. (tribun jabar/kemal setia permana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved