Hari Pertama Pascapenutupan Sementara, Pantai Citepus Tetap Dikunjungi Wisatawan. .

"Imbauan ya tetap yang itu-itu saja. Harus menjaga jarak, jangan berkerumun, pakai masker, itu saja."

Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
Wisatawan masih datang pada hari pertama pasca penutupan tempat wisata Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (24/5/2021) 

HARI pertama pascapenutupan tempat wisata Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, masih didatangi pengunjung, Senin (24/5/2021).

KEPALA Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani mengatakan, ia tetap mengimbau kepada pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

"Imbauan ya tetap yang itu-itu saja. Harus menjaga jarak, jangan berkerumun, pakai masker, itu saja. Harus mengamankan dirinya masing-masing lah jangan sampai terkena, mohon maaf ya, jangan sampai terkena virus Covid-19," katanya via telepon.

Wisatawan masih mengunjungi Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, di hari pertama penutupan objek wisata itu, Senin (24/5/2021).
Wisatawan masih mengunjungi Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, di hari pertama penutupan objek wisata itu, Senin (24/5/2021). (Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin)

Usman belum berencana kembali melakukan tes rapid antigen kepada wisatawan, seperti yang dilakukan saat penutupan kemarin.

"Saya belum ada pemberitahuan dari Pak Kadis Kesehatan, kalau kemarin memang karena kami khawatir banyak yang datang membludak makanya kami minta dari Dinas Kesehatan untuk langsung merandom, mengecek, tapi sekarang pak Kadis Kesehatan apakah memang akan melakukan kegiatan lagi atau tidak, belum ada komunikasi," ujarnya.

Baca juga: Pantai Barat dan Timur Pangandaran Jadi Pilihan Wisatawan karena Harganya Ekonomis dan Bikin Happy

Sementara di pantai kawasan ruang terbuka hijau (RTH) Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Sirine untuk peringatan dini tsunami dan mengingatkan pengunjung untuk tidak berenang terlalu tengah, rutin berbunyi.

Sirine itu  memiliki fungsi lain yaitu untuk pengingat bagi pedagang di sekitar ruang terbuka hijau (RTH) membersihkan pantai.

Baca juga: Geyser Cisolok Punya Banyak Khasiat untuk Kesehatan, Hanya Ada Dua di Dunia, Satu Lagi di Brazil

Ketua Karang Taruna Desa Citepus, Aden Hendiansyah, mengatakan, hal itu dilakukan rutin setiap sore mulai pukul 16.00.

"Kami dari Karang Taruna Desa Citepus  inisiatif pantai harus bersih, sebetulnya ini percontohan," ujarnya, Senin (24/5/2021) sore.

Ia berharap pedagang di tempat wisata lain mengikuti langkahnya, karena saat ini kegiatan itu baru dilakukan di pantai RTH Citepus.

Pedagang membersihkan ruang terbuka hijau Pantai Citepus, Kabupaten Sukabumi, Senin (24/5/2021)
Pedagang membersihkan ruang terbuka hijau Pantai Citepus, Kabupaten Sukabumi, Senin (24/5/2021) (Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin)

"Mudah-mudahan kedepannya pantai yang lain yang ada di wilayah Citepus ngikutin kaya gini. Sebetulnya cuma di area RTH aja yang ada pergerakan kaya gini, mudah-mudahan harapan kami itu semua pantai seperti kaya gini," katanya.

Menurut Aden pada pedagang hanya punya waktu 15 menit untuk membersihkan sampah.

Baca juga: Pantai-pantai di Kabupaten Sukabumi Tidak Dipadati Wisatawan Pada Libur Lebaran Tahun Ini

"Kami juga tidak mau pengunjung terbaikan, artinya jangan sampai membuat pengunjung tidak betah (karena ditinggal pedagang bersihkan pantai),"ujarnya.  (tribunjabar/M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved