Astana Gede Kawali dan Kolam Renang Tirta Winaya Ciamis Kembali Dibuka untuk Wisatawan

“Seperti di kolam renang Tirta Winaya. Pengunjung tentu terkosentrasi di kolam renang sehingga terjadi kerumunan orang".

Tribun Jabar/Andri M Dani
Kolam Renang Tirta Winaya Ciamis 

SULIT menerapkan protokol kesehatan (prokes) di dua objek wisata yang dikelola Dinas Pariwisata Ciamis yakni Astana Gede Kawali  dan kolam renang Tirta Winaya. Kedua objek wisata itu sempat tutup lima hari dari kunjungan wisatawan, namun Sabtu (22/5/2021) dibuka kembali.

 “Hari ini baru mulai buka lagi. Lihat saja pengunjungnya sepi. Dari pagi juga sepi,” kata Wawan Endol dan Endang, petugas tiket Kolam Renang Tirta Winaya kepada Tribun, Sabtu (22/5/2021).

Kolam Renang Tirta Winaya di Sindangrasa, Ciamis
Kolam Renang Tirta Winaya di Sindangrasa, Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Menurut pantauan Tribun, pengunjung kolam Tirta Winaya yang berada di Jalan Tirta Sindangrasa  itu hanya didatangi segelintir orang. Mereka yang berenang  pun anak-anak.

Sekretaris Dinas Pariwisata Ciamis, Budi Kurnia, mengatakan, pascalebaran ini memang  ada dua objek wisata di Ciamis yang sempat ditutup dari kunjungan wisatawan, yakni Situs Astana Gede Kawali dan kolam renang Tirna Winaya.

Baca juga: Sensasi Bermain Kayak di Situ Lengkong Panjalu Ciamis, Olahraga Rekreasi di Keindahan Alam

Astana Gede Kawali ditutup sejak Rabu (19/5/2021) sedangkan kolam renang Tirta Winaya ditutup lebih awal.

Ditutupnya kedua objek wisata yang dikelola Dinas Pariwisata Ciamis tersebut, kata  Budi, karena  sulitnya penerapan prokes.

Prasasti tulis peninggalan Kerajaan Galuh di Astana Gede Kawali, Ciamis
Prasasti tulis peninggalan Kerajaan Galuh di Astana Gede Kawali, Ciamis (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

“Seperti di kolam renang Tirta Winaya. Pengunjung tentu terkosentrasi di kolam renang sehingga terjadi kerumunan orang. Dan pengunjung hanya memakai masker saat masuk komplek kolam renang. Saat berada di kolam renang tentu tidak pakai masker. Demikian juga dengan penerapan jumlah pengunjung jangan sampai melebihi 50 persen kapasitas,” ujarnya.

Baca juga: Wisata Sedot Madu Trigona di Banjaranyar, Ciamis, Sehat dan Membangkitkan Vitalitas

Luas Situs Astana Gede Kawali hanya sekitar 4,5 hektare, itu pun didominasi hutan cagar budaya yang merindangi lorong-lorong kecil berupa jalan setapak. Tentu beda dengan Situs Karangkamulyan dan Situ Lengkong Panjalu yang luasnya di atas 25 hektare dan memiliki jalur pedestarian (jalan kaki) yang lebih banyak dan lebih luas.

Baca juga: Pemkab Ciamis Kembangkan 144 Objek Wisata untuk Menarik Minat Wisatawan Datang ke Tanah Galuh

“Makanya Situs Astana Gede juga ditutup untuk kunjungan wisatawan sejak Rabu (19/5). Sementara Situ Lengkong dan Situs Karangkamulyan selama libur lebaran ini tetap buka,” katanya. (tribunjabar/andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved