Wisatawan Pilih Menikmati Keindahan Kebun Teh Rancabali Setelah Objek Wisata di Pacira Ditutup

"Eh tahunya ditutup, di jalan juga di bawah (daerah Sadu) sempat diputar balikkan. Ya sekarang nikmati saja yang ada,"

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Aida (kiri) dan Sri Mulyani, menikmati pemandangan kebun teh di Rancabali, Kabupaten Bandung, Minggu (16/5/2021) 

AKIBAT tempat wisata ditutup sementara, warga yang terlajur berangkat ke wilayah Bandung Selatan, tepatnya ke kawasan Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira), Minggu (16/5/2021), akhirnya  berwisata di kebun teh.

Kebun teh menjadi alternatif wisata di wilayah Pacira, beberapa warga yang ditemui mengaku tak mengetahui hari ini tempat wisata di Pacira ditutup. 

Mereka terlihat asyik menikmati alam perkebunan teh yang sejuk, tak lupa mereka juga terlihat mengabadikan momen tersebut.

Kebun teh Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung
Kebun teh Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

Tak hanya berfoto dan menikmati alam, bahkan ada juga yang menjadikan kebun teh tempat makan bersama keluarga.

Seperti halnya warga Soreang, Zon (55) dan keluarganya, setelah makan bersama, sambil menikmati pemandangan kebun teh yang indah dan sejuknya udara, mereka berfoto dengan beberapa angel dan gaya.

Baca juga: Ada 122 Destinasi Wisata di Kabupaten Bandung, Info Lengkapnya di Aplikasi Bedas Smart Tourism

"Tujuannya sih ingin ke tempat wisata yang ada di daerah sini (Pacira) tapi tutup, ya udah tanggung ke sini, nikmati saja alam yang ada di kebun teh ini," kata Zon, saat berada di perkebunan teh Rancabali.

Zon mengungkapkan, walaupun di kebun teh tapi indah, dan keluarga juga gembira daripada balik lagi.

Kepala Dinas Pariwisata Jabar, Dedi Taufik dan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, saat inspeksi bersama Forkopimda Kabupaten Bandung di pemandian air panas Ciwalini, Rancabali, Minggu (16/5/2021)
Kepala Dinas Pariwisata Jabar, Dedi Taufik dan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, saat inspeksi bersama Forkopimda Kabupaten Bandung di pemandian air panas Ciwalini, Rancabali, Minggu (16/5/2021) (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

"Di sini kan pemandangannya indah, lihat hijau-hijau gini, enak," kata Zon.

Zon mengaku, tak tahu tempat wisata ditutup, awalnya kan yang boleh hanya warga lokal, kebetulan ia masih berdomisili di Kabupaten Bandung jadi ia dan keluarganya berangkat untuk wisata.

Baca juga: Tiga Kabupaten di Jabar Menutup Sementara Objek Wisata pada Libur Lebaran Ini untuk Cegah Covid-19

"Eh tahunya ditutup, di jalan juga di bawah (daerah Sadu) sempat diputar balikkan. Ya sekarang nikmati saja yang ada," ujarnya.

Selain itu, Aida (19) dan Sri Mulyani (23), yang merupakan warga Ciwidey, mengaku tak tahu tempat wisata ditutup.

Baca juga: Sekitar 300 Wisatawan Datangi Taman Wisata Bougenville Gunung Puntang, Tiket Rp 35.000 Bisa Berenang

"Iya kirain gak ditutup, jadi ke sini aja ke kebun teh, gratis juga," ujar Aida, sambil tersenyum.

Aida mengatakan, memang dirinya tinggal di daerah Ciwidey tapi masih di bawah bukan dekat area wisata.

Polisi menutup pertigaan Kamasan Banjaran-Soreang untuk mencegah wisatawan datang ke kawasan wisata di Kecamatan Pangalengan, Minggu (16/5/2021)
Polisi menutup pertigaan Kamasan Banjaran-Soreang untuk mencegah wisatawan datang ke kawasan wisata di Kecamatan Pangalengan, Minggu (16/5/2021) (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

"Tadinya ke sini sengaja untuk liburan tapi ditutup, mungkin saya tak terlalu kecewa karena dekat, ya nikmati aja," kata Aida, yang dibenarkan oleh Sri.

Tentu, kata Aida, terdapat kehawatiran berwisata di tengah pandemi Covid 19,  tapi asal tetap menjalankan protokol kesehatan saja.

Baca juga: Pengunjung Bandung Zoological Garden Terus Diingatkan Sekuriti untuk Menaati Protokol kesehatan

"Yang menjadi khawatir kan yang datang ke sini banyak, gak tau berasal dari mana dan banyak juga orang luar kota, kami kan gak tahu mereka sudah rapid tes atau swab tes hasilnya negatif atau positif," katanya.

Aida mengaku, maka ia dan Sri tetap berjaga mengantisipasinya dengan menerapkan protokol kesehatan Covid 19. 

"Kami berharap pandemi Covid 19 ini bisa cepat berakhir, supaya bisa berkegiatan lagi dengan normal," ucapnya. (tribun jabar/lutfi ahmad mauludin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved