Pemkab Sumedang Akan Langsung Denda Pengelola Objek Wisata yang Melanggar Protokol Kesehatan

"Langsung denda, bukan lagi teguran karena kalau teguran hanya bersifat administratif"

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
objel wisata Puncak Permata, Jatigede, Sumedang 

PENGELOLA obJek wisata di Kabupaten Sumedang dipastikan akan dikenakan sanksi denda jika kedapatan melanggar protokol kesehatan selama libur Lebaran tahun ini.

Sanksi tersebut sesuai Perbup nomor 5 tahun 2021 tentang Pengenaan Sanksi adminstratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Penanggulangan Corona Virus Disease 19 (Covid-19_.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Sumedang, Deni Hanafiah, mengatakan, jika pengelola obyek wisata melanggar protokol kesehatan seperti membiarkan orang berkerumun dan tidak menjaga jarak akan dikenakan sanksi denda Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

Agrowisata perkebunan teh di Dusun Sukanyiru, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang
Agrowisata perkebunan teh di Dusun Sukanyiru, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

"Langsung denda, bukan lagi teguran karena kalau teguran hanya bersifat administratif ," ujarnya saat ditemui di Kantor Kecamatan Jatinangor, Jumat (14/5/2021).

Sedangkan, untuk pengunjungnya akan diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona di objek wisata.

Untuk itu, pihaknya mengimbau pengelola objek wisata untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan, terutama dalam hal pembatasan jumlah pengunjung.

"Jumlah pengunjung obyek wisata harus 50 persen dari kapasitas, menyediakan tempat cuci tangan, dan membuat pengumuman penerapan prokes," kata Deni.

Para pengunjung menikmati keindahan Taman Batu Ciagung di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.
Para pengunjung menikmati keindahan Taman Batu Ciagung di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Sementara untuk pengunjung, kata Deni, jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan selama berada di objek wisata tersebut.

"Jangan sampai pengunjung terlena, mentang-mentang lagi liburan di tempat wisata, akhirnya lupa untuk menerapkan protokol kesehatan," ucapnya. (tribunjabar/hilman kamaludin)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved