Menikmati Tiga Keunikan di Kesejukan Desa Cihideung, Kabupaten Bandung Barat

“Kami di sini membawa pengunjung bernostalgia dengan konsep yang kami usung yang terlihat seperti pedesaan"

Tribun Jabar/Wildan Noviansah
suasana Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery, Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) 

SUASANA sejuk khas bernuansa desa, pohon rindang melambai tertiup angin, gemericik suara aliran air sungai menghiasi suasana Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery, Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Roby Tjahjadi atau yang sering disapa Bob Doank, sebagai pemilik dan pendiri Sapu Lidi memilih mendirikan resort yang bernuansa alam dengan konsep pesawahan khas pedesaan.  Adalah Sapu Lidi, resort bernuansa etnik pedesaan lengkap dengan bangunan dan ornamen yang kental dengan etnik Sunda. Tempat ini dibangun pada awal tahun 2000.

Manager Operasional Sapu Lidi, Irwan Nurmawan, mengatakan, konsep umum yang diusung oleh Imah Seniman adalah sensasi makan di sawah.

Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery, Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB)
Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery, Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) (Tribun Jabar/Wildan Noviansah)

”Nama lengkapnya Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery yang bergaya Sunda dengan nuansa alam dengan konsep makan di sawah. Kami mengusung tiga tempat ini karena ingin para tamu sekali parkir langsung bisa menikmati tiga hal itu,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (16/4).

Baca juga: Aneka Tanaman Hias Tersedia di Kawasan Agrowisata Cihideung Kabupaten Bandung Barat

Sesuai namanya, di lahan seluas kurang lebih 3 hektare tersebut terdapat beberapa fasilitas yang bisa dinikmati. Di antaranya kafe, penginapan, dan galeri. Hal yang menjadikan tempat unik adalah mengusung konsep agar pengunjung bernostalgia dengan suasana sawah dan pedesaan.

“Kami di sini membawa pengunjung bernostalgia dengan konsep yang kami usung yang terlihat seperti pedesaan," ujarnya sembari meunjuk ke arah sekitar.

Di Sapu Lidi ini terdapat penginapan yang unik, di mana para pengunjung harus menaiki perahu terlebih dahulu untuk bisa mencapai kamarnya.

Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery, Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB)
Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery, Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) (Tribun Jabar/Wildan Noviansah)

Di sana, kata dia, terdapat 23 kamar yang terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu sweet room, executive room, dan president room.

Irwan menambahkan, barang yang dipajang di galeri adalah barang khas tatar Sunda yang sesuai dengan konsep Sapu Lidi. "Kebanyakan barang di sini adalah barang kesenian Sunda seperti angklung, calung dan yang lainnya," ujar Irwan. 

Baca juga: Curug Malela Nan Indah di Kabupaten Bandung Barat, Dijuluki Air Terjun Niagara Kecil

Makan Asyik di Tengah Sawah

SEBAGAI cafe, resort, and gallery yang mengusung tema yang unik, Sapu Lidi berhasil menarik perhatian para pengunjung baik lokal maupun mancanegara. Menurut Irwan, sebelum pandemi, pengunjung per minggu bisa mencapai 5.000 orang.

"Hampir dari Sabang sampai Merauke pengunjung dari seluruh Indonesia sudah pernah berkunjung ke sini," kata dia.

Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery, Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB)
Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery, Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) (Tribun Jabar/Wildan Noviansah)

Sejauh ini banyak pengunjung mancanegara yang berdatangan seperti wisatawan dari Malaysia, Singapura, Taiwan, Amerika dan Eropa. Respons yang diberikan pengunjung pun sangat baik.

Salah satu pengunjung, Dhita mengatakan, ia sangat senang berkunjung ke Sapu Lidi.

Baca juga: Asyiknya Berburu Oleh-oleh Bergaya Vintage di Destinasi Wisata Kabupaten Bandung Barat 

“Enak banget suasananya, unik bisa makan makanan Sunda di sawah. Apalagi pas saya nginep, saya harus dayung perahu dulu buat sampai ke kamarnya,” ujarnya.

Harga makanan yang ditawarkan di Sapu Lidi beragam, dari Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Sedangkan tarif penginapan yang ditawarkan berkisar dari Rp 500.000 hingga Rp 3,5 juta per malam tergantung jenisnya.  Jam operasional hari biasa pukul 11.00-17.00 dan pada akhir pekan pukul 09.00-21.00 dan resort buka 24 jam.

Galeri Sapu Lidi di Jalan Sersan Bajuri, Cihideung, Parongpong, KBB
Galeri Sapu Lidi di Jalan Sersan Bajuri, Cihideung, Parongpong, KBB (Tribun Jabar/Wildan Noviansah)

Selain cabang di Bandung, Irwan mengatakan, sejauh ini Sapu Lidi sudah membuka cabang di beberapa lokasi di Indonesia di antaranya di Labuan Bajo dan Ubud.  “Harapan saya semoga Sapu Lidi dikenal banyak orang wisatawan lokal dan mancanegara, bisa bertambah fasilitas dan bisa membuka cabang lebih luas," ujar Irwan. (tribunjabar/wildan noviansah)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved