Jangan Minum Kopi Luwak Sebelum Melihat Proses Produksi Kopi Luwak Cikole

pengunjung dilarang meminum kopi luwak sebelum mengetahui cara dan proses produksinya

Tribun Jabar/Shania Septiana
Kopi Luwak Cikole 

"Begitu datang langsung kami arahkan langsung untuk mengetahui dulu seperti apa proses produksi kopi luwak, ada juga pengunjung yang datang di waktu-waktu luwak tersebut buang air besar," ucapnya.

Kopi bukan makanan pokok sehari-hari yang dikonsumsi luwak,  kopi hanya sebagai sambilan yang mereka konsumsi. Sedangkan untuk konsumsi sehari-harinya luwak memakan  buah-buahan seperti pisang, pepaya di tambah dengan ayam, telor, susu, madu, dan kurma.

"Kami kasih makan luwak pakei kopi, itu hanya seminggu dua kali, hari Senin dan Kamis, sekali makan hanya sekitar 300 gram," ujarnya.

Kopi Luwak Cikole
Kopi Luwak Cikole (Tribun Jabar/Shania Septiana)

Karena banyak orang yang meragukan ke hallalan dari kopi luwak ini, karena kopi yang dihasilkan keluar bersama feses, maka sangat penting untuk pengunjung mengetahui yang sebenarnya.

"Banyak yang salah faham, asumsinya kopi luwak itu najis karena keluar bersama feses, nyatanya tidak. Kopi tersebut tidak bisa dicerna di dalam pencernaan luwak, sehingga tidak terjadi proses fermentasi, ketika keluar tetap utuh berupa kopi dan sel kopinya tetap hidup, bahkan akan tumbuh jika kembali ditanam," ujarnya.

Calon penikmat kopi luwak yang datang juga dimanjakan suasana rileks, dan nyaman untuk berinteraksi langsung, bermain dan berfoto bersama hewan luwak di lokasi ini.

Wisatawan lokal maupun mancanegara banyak berdatangan ke sini, terutama bagi mereka pecinta kopi luwak yang ingin merasakan sensasi kenikmatan Kopi Luwak Cikole.

Kopi luwak Cikole
Kopi luwak Cikole (Tribun Jabar/Shania Septiana)

"Sudah ada pelancong dari 53 negara, di antaranya Prancis, Denmark, Arab, Jerman, dan masih banyak lagi," ujar Rizki.

Setiap harinya, wisatawan yang berkunjung berkisar 200 sampai 300 orang. Tempat wisata edukasi ini buka Pukul 07.00 sampai 19.00.

Pengunjung yang sekadar ingin mengatahui bagaimana proses Kopi Luwak Cikole ini, tidak dipungut biaya sepeser pun, kecuali jika ingin menikmati kenikmatan kopinya yang dibanderol Rp 50 ribu per gelas. (tribunjabar/shania septiana)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved