Dinas Pariwisata Kabupaten Majalengka Siapkan Bus Motekar untuk Ngabuburit Warga Keliling Kota

"Jadi naik Motekar tidak hanya keliling-keliling saja tapi bisa ke gedung bersejarah seperti titik nol kilometer,"

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Bus Motekar Majalengka 

DINAS Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Majalengka tengah menyiapkan bus Majalengka On Tourism Elok dan Raharja atau yang biasa disebut Motekar untuk ngabuburit warga.

Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Disparbud Majalengka, Adhy Setya Putra mengatakan persiapan untuk mengoperasikan bus Motekar pada  Ramadan nanti terus dilakukan mulai dari menyiapkan sumber daya manusia (SDM) hingga menyusun regulasi mengoperasikan mobil wisata tersebut.

Saat ini, mobil bus Motekar asetnya telah dihibahkan dari Pemprov Jabar ke Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka.

Suasana Alun-alun Majalengka seusai diresmikan Bupati Majalengka, Karna Sobahi, Senin 8 Februari 2021
Suasana Alun-alun Majalengka seusai diresmikan Bupati Majalengka, Karna Sobahi, Senin 8 Februari 2021 (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

"Kami sudah siapkan para pemandu wisatanya dari DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Majalengka. Mereka nanti yang akan memandu mobil wisata di Majalengka seperti Motekar ini," ujar Adhy saat dikonfirmasi, Kamis (8/2/2021).

Adhy menargetkan, bus Motekar itu sudah bisa dioperasionalkan pada pertengahan Ramadan nanti untuk dimanfaatkan warga Kabupaten Majalengka ngabuburit.

"Kami akan bereskan dulu managerial operasional agar tidak melanggar aturan karena ini kan aset milik pemerintah. Jadi kita upayakan pertengahan bulan puasa akan operasional," ucapnya.

Sisi lain Alun-alun Majalengka  yang diresmikan Bupati Majalengka, Karna Sobahi, Senin 8 Februari 2021
Sisi lain Alun-alun Majalengka yang diresmikan Bupati Majalengka, Karna Sobahi, Senin 8 Februari 2021 (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Nantinya kata Adhy, warga yang ingin menaiki bus Motekar untuk ngabuburit diharuskan untuk membeli produk ekraf maupun industri pariwisata lainnya yang ada di Kabupaten Majalengka.

Baca juga: 7 Tempat Wisata di Majalengka yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan

Warga juga nantinya tidak hanya sekedar ngabuburit dengan berkeliling Kota Majalengka menaiki bus Motekar tapi diajak mengunjungi tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah.

Baca juga: Kolam Renang Tertua di Majalengka Semula untuk Para Raja, Kini Kondisinya Perlu Direnovasi

"Misalnya belanja di Majalengka Mart akan dapat voucher naik Motekar. Jadi naik Motekar tidak hanya keliling-keliling saja tapi bisa ke gedung bersejarah seperti titik nol kilometer," katanya

Baca juga: Ada 80 Menu Bakso di Bakso Mang Panjul Majalengka, Tersedia Bakso Jumbo Ukuran 8 Kilogram

Keharusan warga untuk membeli produk ekraf maupun industri pariwisata sebelum menaiki bus Motekar itu dilakukan sebagai strategi untuk memulihkan ekonomi di sektor pariwisata di Kabupaten Majalengka.

Penyandang disabilitas sedang mengerjakankerajinan limbah bambu di Jalan Margatapa, Majalengka.
Penyandang disabilitas sedang mengerjakankerajinan limbah bambu di Jalan Margatapa, Majalengka. (Tribun Jabar/Eki Yulianto)

"Satu sisi kami paksakan produk ekraf terbeli dalam rangka menumbuhkan pemulihan ekonomi. Istilahnya membeli paksa tapi tidak merugikan karena animo masyarakat untuk naik motekar ini sangat tinggi," katanya.

Mobil bus Motekar telah diluncurkan oleh Pemkab Majalengka 24 Februari 2020 dari bantuan Pemprov Jabar.

Baca juga: Penyandang Disabilitas Majalengka Menyulap Bambu Jadi Kerajinan, Dijual Online dan di Objek Wisata

Tujuannya, demi meningkatkan daya minat wisatawan untuk berkunjung ke Majalengka. Namun, karena pandemi Covid-19, pengoperasian bus terhenti. (tribuncirebon/eki yulianto)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved