Soto Sadang Lama, Kulliner Legendaris Purwakarta yang Tak Lekang oleh Waktu, Belum Ada Cabangnya

"Saya masih belum berani melakukan kerja sama seperti membuka franchise (waralaba) karena rasa kan harus sama.

Tribun Jabar/Nandri Prilatama
Soto sadang Purwakarta 

PURWAKARTA  memiliki aneka khas makanan mulai cemilan hingga makanan berat, seperti sate maranggi dan soto Sadang lama. Ternyata, makanan terakhir disebutkan itu telah berdiri sangat lama yakni pada 1974 dan mulai dikenal pada 1977.

Pemilik kedai Soto Sadang Lama, Wawan Ernawan (58), menceritakan awal mula Soto Sadang Lama ini berdiri. Menurutnya, Soto Sadang Lama yang terletak di Jalan Raya Sadang atau tepatnya di bawah jembatan layang Sadang, Purwakarta, dirintis oleh ibundanya bernama Siti Fatimah atau biasa dipanggil Ambu.

Awalnya itu, kedai soto dibangun berupa papan dan bilik. Namun, ketika telah dikenal kedai soto ini dibangunan secara permanen sekaligus memberikan nama Soto Sadang Lama. Dahulu, pembeli sangatlah banyak karena memang lokasinya begitu strategis di depan Jalan Raya Sadang.

Soto sadang Purwakarta
Soto sadang Purwakarta (Tribun Jabar/Nandri Prilatama)

"Tapi setelah adanya jembatan layang ini, ya kedai kami seperti menjadi di pojok karena ke arah Utaranya jalan buntu," katanya saat ditemui di kedainya, Senin (5/4/2021).

Wawan menyebut Purwakarta dahulu rumah makan arah jalur Sadang hanya ada dua, yakni Sate H Rasta (saat ini diteruskan anaknya Sate Hj Yetty) dan Soto Sadang Lama ini. Puncak kejayaan Soto Sadang Lama ini pun, kata Wawan, terjadi pada era 80 hingga 90-an.

"Ya sebelum adanya jembatan layang dan Tol Cikopo masih ramai. Tapi, sekarang hanya pelanggan-pelanggan tetap dan memang orang-orang yang sekedar mendapat informasi dari media," ujarnya.

Baca juga: Sedapnya Bakso Tumpeng yang Disiram Bumbu, Disajikan Terpisah Tanpa Mi, Tersedia di Purwakarta

Antara 1980 hingga 1990-an, kata Wawan,  sebanyak 1.200 mangkok bisa habis dalam sehari. Tetapi, saat ini lebih dari 50 mangkok pun sudah dia syukuri.

Menjadi generasi kedua, setelah sekitar 1995 ibundanya meninggal, pengelolaan Soto Sadang Lama diambil alih Wawan. Dia mengaku tetap mempertahankan cita rasa dari ibundanya.

Pemilik Soto Sadang Lama, Wawan Ernawan
Pemilik Soto Sadang Lama, Wawan Ernawan (Tribun Jabar/Nandri Prilatama)

"Kami pertahankan khas di cita rasa yang memang beda dari soto-soto tempat lain. Kami memakai bahan-bahan rempah yang memang membuat penikmat soto sangatlah dimanjakan," ujarnya

Baca juga: Ini Dia 3 Menu Soto Unik Yang Ada di Soto Mastarone

Sejumlah tokoh sempat datang ke Soto Sadang Lama ini, mulai mantan bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi hingga mantan pemain Persib era Ajat Sudrajat dan Robby Darwis.

Kedai Soto Sadang lama ini miliki lima varian soto, di antaranya soto ayam, soto kaki sapi, soto babat, dan soto campur.

"Alhamdulillah sekarang kami masih bertahan dan sudah ada di Gofood serta pelanggan tetap selalu ada datang. Kami juga sempat buka di Tol Cipularang KM 72 tetapi berhenti dahulu karena pandemi," kata Wawan yang merupakan anak ke 12 dari 14 bersaudara ini.

Wawan pun menyebut banyak pengusaha atau anggota dewan di Jakarta yang mengajak untuk bekerja sama dengan membuat cabang-cabang Soto Sadang Lama ini. Namun, ia masih enggan untuk melakukan kerja sama karena masih ingin berjuang bersama keluarga-keluarganya.

"Saya masih belum berani melakukan kerja sama seperti membuka franchise (waralaba) karena rasa kan harus sama. Ada sekitar lima orang bahkan anggota dewan yang mengajak kerja sama hingga dia sudah membuat konsep gerobak untuk didagangkan di Jakarta," katanya.

Baca juga: 3 Jenis Soto Kaya Akan Rempah Di Mangkuk Pagi by Sambara

Seiring perkembangan zaman nanti, Wawan pun mengaku ke depannya telah miliki sebuah rencana, salah satunya ingin membuat bumbu kemasan agar siapa pun dan di manapun orang bisa membuatnya dengan rasa yang memang khas Soto Sadang Lama.

Masa pandemi yang telah berlangsung sejak 2020, kata Wawan, sangat memukul telak usahanya ini. Baginya, pandemi ini menjadi pukulan kedua setelah era pembuatan jembatan layang Sadang yang membuat penghasilan usaha sotonya menurun.

Baca juga: Naik Kereta Api dari Bandung ke Plered Kemudian Sejenak Menikmati Lezatnya Sate Maranggi dan Sup Iga

"Pandemi Covid-19 di 2020 sangat membuat kami terpuruk. Tapi, kami mencoba bertahan hingga sekarang karena mengingat perjuangan orang tua yang begitu kuat merintis usaha ini," katanya

Salah seorang pengunjung, Aniya (38) warga Pamanukan, Subang, mengaku sengaja datang ke sini setelah main ke sanak saudaranya yang ada di Purwakarta. Dia menyebut soto di Soto Sadang Lama ini sangatlah enak.

Baca juga: Cuaca Dingin Paling Enak Menikmati Sup Iga Sapi, Ini Resep Membuatnya, Dijamin Lezat

"Kalau saya sih baru kali ini ke sini. Bumbunya enak enggak nempel di lidah. Biasanya kan kalau soto lain suka nempel. Pokoknya lebih beda dari tempat lain. Tadi aja sampai tambah nasi makannya," ujarnya.

Kedai Soto Sadang Lama ini beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 21.00. Jika dari arah Purwakarta berada di sebelah kiri, sedangkan jika dari arah Bungursari berada di sebelah kanan. (tribunjabar/nandri prilatama)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved