Warung Makan Berkonsep Tradisional Kian Digemari Masyarakat, Bupati Kuningan Ikut Meresmikan

“Penyajiannya pun didesain tradisional, dan tempat menikmati kopi berbentuk saung seperti di pedesaan Tatar Sunda masa lalu".

Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Warung Kopi Manis (WKM) di Jalan Soekarno, Kuningan 

BUPATI Kuningan H Acep Purnama bersama Komandan Batalyon C Satuan Brimob Polda Jabar, AKBP M Andri mengunjungi lapak usaha kuliner di Jalan Soekarno, Kuningan, Selasa (23/3).

Kedatangan pejabat penting ini sekaligus membuka operasional Kopi Manis'>Warung Kopi Manis (WKM). Uniknya, WKM juga bukan warung biasa, tapi memiliki konsep tersendiri, salah satunya memiliki bangunan dengan konsep tradisional.

“Kami tentu menyambut baik kepada pelaku usaha seperti ini. Apalagi bangunan di sini memiliki konsep tradisional dan unik, semoga lapak usaha seperti ini banyak yang melirik untuk mencobanya,” kata Bupati Acep di sela-sela peluncuran WKM, Selasa (23/3).

Peresmian Warung Kopi Manis (WKM) di Jalan Soekarno, Kuningan
Peresmian Warung Kopi Manis (WKM) di Jalan Soekarno, Kuningan (Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

Menurut orang nomor satu di Kuningan, ini Pemkab Kuningan berkomitmen untuk selalu mendorong kegiatan usaha yang memiliki kepedulian pada tradisi di masyarakat.

“Apalagi masa pandemi ini, kami sedang mengupayakan pemulihan ekonomi masyarakat,” ujar Acep.

Pemilik WKM, Anton Octavianto, mengatakan, ia membuka warung tersebut pada Januari 2020 dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Baca juga: Rumah Makan Kita Ini Spesialis Menu Makanan Rumahan, Tersedia Juga Aneka Oleh-oleh Kuningan

“Tahun lalu kami mulai buka di daerah Talun, Cirebon. Sengaja kami ambil konsep berbeda dengan kafe-kafe mainstream. Tujuannya untuk memberikan kesan unik dan menarik,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak dibuka di Cirebon banyak warga Kuningan yang berkunjung. Setelah sering dikunjungi, banyak warganet asal Kuningan yang berkomentar positif dan memintanya untuk membuka cabang di WKM di Kuningan. 

Baca juga: Makan Sepuasnya Rp 10 Ribu di Kedai Kaki Gunung Ciremai, Menu Khas Sunda Plus Sayur Lodeh

“Konsep warung kopi tradisional seperti ini yang ketiga, setelah Kopi Klothok, Kopi Keprok dan terakhir Kopi Manis ini,” ucap Anton.

Keunikan dan daya tarik lainnya di WKM adalah bau gosong yang khas pada kopi yang disajikan karena dimasak pada tungku yang menggunakan kayu bakar.

Warung Kopi Manis (WKM) di Jalan Soekarno, Kuningan
Warung Kopi Manis (WKM) di Jalan Soekarno, Kuningan (Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

“Penyajiannya pun didesain tradisional, dan tempat menikmati kopi berbentuk saung seperti di pedesaan Tatar Sunda masa lalu. Kopi dan makanan dinikmati dalam suasana kebun yang sejuk dan jauh dari keramaian,” katanya.

Selain kopi, kata Anton, menu yang disiapkannya pun tidak berkesan mewah. “Menu makanan juga khas masakan Sunda seperti yang dimasak ibu-ibu di rumah, seperti lodeh, sayur asam, telur krispi. Justru ini yang banyak digemari,” katanya.

Baca juga: Situ Popojok Desa Cileuleuy Kuningan Viral di Media Sosial, Banyak Pelancong Datang untuk Foto-foto

Harga makanan dan minuman sangat terjangkau. Harga makanan berkisar Rp 2.000-20.000-an, dan harga kopi dari Rp 5.000. Jam operasional WKM Kuningan pukul 06.00 hingga 21.00. (tribunjabar/ahmad ripai)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved