Tempat Wisata untuk Belajar Berkuda dan Memanah Sesuai Syariat Islam, Tersedia Juga Tempat Kamping

"pemilik tempat ini mendirikan tempat ini tujuan awalnya untuk berdakwah dan mengajak orang untuk melakukan sunnah Rasulullah"

TribunJabar/Wildan Noviansah
Al Fatih Stable di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat 

HAMPARAN hijau luas, udara sejuk pegunungan Lembang, dan jajaran kuda yang siap dilepaskan menghiasi tempat wisata Al Fatih Stable yang berlokasi di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Hal yang membuat unik Stable dengan tempat wisata lainnya yaitu kental nuansaa syariat Islam.

Admin dan bagian keuangan Al Fatih Stable, Koswara, mengatakan, tujuan awal dibangunnya tempat ini pada Juni 2020 untuk berdakwah dan membangun sunnah Rasulullah yang mulai ditinggalkan.

Al Fatih Stable di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Al Fatih Stable di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (Tribun Jabar/Wildan Noviansah)

"Jadi dulu pemilik tempat ini mendirikan tempat ini tujuan awalnya untuk berdakwah dan mengajak orang untuk melakukan sunnah Rasulullah yaitu berkuda dan memanah," ucapnya kepada Tribun, pekan lalu.

Koswara mengatakan, tujuan ini ada karena saat ini banyak orang yang sudah melupakan Sunnah Rasulullah tersebut. Bahkan menurutnya, tak jarang masyarakat menggangap hal tersebut aneh. 

"Saat ini banyak orang Islam yang mulai melupakan bahkan menganggap berkuda dan memanah adalah hal aneh. Sedangkan negara Barat sana banyak nonmuslim yang mempelajari hal tersebut," katanya. 

Al Fatih Stable di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Al Fatih Stable di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (Tribun Jabar/Wildan Noviansah)

Koswara menuturkan awalnya tempat wisata itu dibuka gratis untuk semua orang. Namun karena pemilik tanah mengharapkan keuntuntungan, tempat tersebut dibuka untuk umum dan menjadi tempat wisata. 

"Jadi kan ini tanahnya tanah wakaf, awalnya gratis, tapi karena si pemilik tanah mengharapkan keuntungan jadi tempat ini dibuka menjadi tempat wisata," katanya sembari membersihkan kuda. 

Di hamparan tanah seluas kurang lebih 5 hektare itu terdapat beberapa hal yang bisa dimainkan, di antaranya memanah dan berkuda. 

Al Fatih Stable di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Al Fatih Stable di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (Tribun Jabar/Wildan Noviansah)

Harga di sana pun berpariatif. Untuk memanah sendiri, jika pengunjung membawa peralatan pribadi biaya yang harus dikeluarkan Rp 15.000. Namun jika menyewa peralatan pengunjung harus mengeluarkan biaya Rp 30.000 dengan durasi 30 menit. 

Sedangkan untuk berkuda ada dua jenis yaitu wisata dan latihan. Untuk wisata tarif yang harus dikeluarkan pengunjung Rp 50.000 sedangkan sarana latihan Rp 125.000, sama-sama per lima kali putaran. 

Bukan hanya itu, di sana pun terdapat camping ground yang memungkinkan masyarakat bisa kamping.

Jika membawa peralatan kamping sendiri, harga yang harus dikeluarkan Rp 30.000. Sedangkan jika menyewa peralatan harganya Rp 350.000. 

Al Fatih Stable di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Al Fatih Stable di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (TribunJabar/Wildan Noviansah)

Pria yang akrab disapa Mas Kos itu mengatakan ketika awal berdiri, tempat wisata ini menuai kritik dari warga sekitar. Pasalnya tanah wakaf yang dipakai mulanya mau dibangun pesantren. 

"Awalnya sih warga sekitar kaget, karena mereka tahunya tanah ini mau dibuat pesantren, tapi kok tiba-tiba dijadikan tempat wisata. Tapi pembangunannya masih terkendala satu dan lain hal, terus si pemiliknya memanfaatkan tanah kosong daripada tidak terpakai," ujarnya. 

Karena terbilang baru dan dibangun di tengah Pandemi, tempat ini masih berjuang untuk menarik pengunjung yang datang.

Baca juga: Berenang dan Berendam Sehat di Pemandian Air Panas Curug Cipanas Nagrak Lembang, Tiketnya Murah

Pengunjung per hari hanya berjumlah 1-8 orang. Dengan jam operasional pukul 08.00-17.00. Salah seorang pengunjung Stable, Hervan Triansyah mengatakan dirinya senang dengan adanya tempat tersebut karena menjadi salah satu ajang untuk melaksanakan sunnah Rasulullah. 

"Seneng banget, soalnya bukan hanya wisata, tapi Stable juga menonjolkan sisi islam nya. Jadi bukan hanya berenang-senang tapi juga bisa sekalian beribadah." pungkasnya. (tribunjabar/wildan noviansah) 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved