Rumah Antigravitasi Khas Indonesia Favorit Pengunjung di Objek Wisata Kawasan Dago Atas

"Jika kebanyakan rumah antigravitasi itu bergaya modern, kami bikin yang khas dengan budaya Indonesia,"

Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar/Wildan Noviansah
Anti Grativy Dago Dreampark 

UDARA sejuk khas pegunungan Lembang, bangunan bercorak warna warni yang terbalik 180 derajat menjadi pemandangan khas tempat wisata Anti Gravity yang berlokasi Jalan Dago Giri No 22, Desa Mekar Wangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Anti Gravity merupakan satu dari banyaknya wahana yang berada di Dago Dreampark sekaligus menjadi salah satu wahana yang banyak digemari.

Sama seperti rumah anti gravitasi lainnya, di wisata tersebut terpasang beberapa ornamen rumah tangga yang terbalik yang membawa pengunjung menikmati suasana yang berbeda.

Tampak depan suasana Anti Gravity
Tampak depan suasana Anti Gravity (Tribun Jabar/Wildan Noviansah)

Menurut Konten Creator Dago Dreampark, Detrik, hal yang membedakan Anti Gravity dari wahana serupa lainnya yaitu, konsep rumah yang bergaya tradisional khas Indonesia.

"Jika kebanyakan rumah antigravitasi itu bergaya modern, kami bikin yang khas dengan budaya Indonesia," katanya saat diwawancarai.

Baca juga: Uniknya Spot Magic Selfie Yang Ada di Dago Dream Park

Untuk melengkapi tema yang diusung, disana pun terpajang beberapa ornamen jaman dahulu bergaya Etnik. Mulai dari mesin jahit tua, hingga nampan yang terbuat dari kayu.

Konsep ini diusung untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kebudayaan Indonesia.

Baca juga: Wisata Spot Selfie Masih Terus Diminati Wisatawan, Dago Dream Park Hadirkan 8 Wahaha Baru Ini

"Disamping kami menyuguhkan keunikan bangunan yang terbalik 180 derajat, kami juga usung konsep tradisional untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada para pengunjung," katanya

Sejauh ini antusiaspengunjung Anti Gravity sangatlah baik. Respons yang diberikan pun positif terhadap wahana tersebut.

Interior Anti Gravity di Dago Dreampark
Interior Anti Gravity di Dago Dreampark (Tribun Jabar/Wildan Noviansah)

Salah seorang pengunjung asal Baleendah, Afifah mengatakan, berkunjung ke Anti Gravity memberikan kesan menantang pada dirinya karena bangunan yang terbalik.

"Ini pertama kalinya aku kesini, menantang sih soalnya bangunannya terbalik takut jatuh gitu. Terus juga konsep nya unik kayak Sunda gitu, jadi kita bisa belajar kebudayaan tradisional juga," ujarnya.

Baca juga: Spot-spot Foto Romantis dengan Hamparan Pemandangan Cantik di Kesejukan Bandung Utara

Untuk masuk ke dalam wahana Anti Gravity ini, para wisatawan tidak dikenakan biaya sepeser pun. Hanya membayar di bagian loket Dago Dreampark sebesar Rp 30.000.

Dengan biaya tersebut pengunjung sudah bisa memasuki beberapa wahana gratis salah satunya rumah Anti Gravity tersebut.

Adapun waktu operasionalnya mulai dari pukul 09.00-17.00 untuk hari kerja, dan pukul 08.00-18.00 untuk akhir pekan. (tribun jabar/wildan noviansah)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved