Gua Lalay yang Banyak Kelelawar Akan Jadi Objek Wisata di Kabupaten Pangandaran

Masyarakat sekitar gua memanfaatkan kotoran kelelawar dari Gua Lalay untuk pupuk tanaman di kebun dan sawah.

istimewa
Gua Lalay di Pangandaran 

GUA Lalay di Dusun Babakansari , Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran akan dikembangkan menjadi kawasan wisata fauna.

Gua Lalay tersebut, memiliki kedalaman 120 meter dengan lebar 35 meter dan tinggi 20 meter.

Sebelumnya, kotoran kelelawar dari Gua Lalay biasa dimanfaatkan untuk pupuk alami warga sekitar Ciganjeng.

Gua Lalay di Dusun Babakansari , Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran
Gua Lalay di Dusun Babakansari , Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran (istimewa)

Menurut pengelola sekaligus  Sekdes Ciganjeng, Yuyuk Ruhijar, nantinya Goa Lalay akan dikembangkan sebagai kawasan wisata fauna desa.

"Sekarang gua tersebut diberi nama Gua Lalay karena dihuni oleh banyak kelelawar," ujar Yuyuk saat ditemui Tribun di rumahnya, Kamis (25/2).

Pengelolaan Goa Lalay sekarang dikelola oleh Persaudaran Penjaga Gua Kedung Palungpung, Ciganjeng. 

Masyarakat sekitar gua memanfaatkan kotoran kelelawar dari Gua Lalay untuk pupuk tanaman di kebun dan sawah.

Baca juga: Lezatnya Ikan Asin Jambal Roti Khas Pangandaran, Jambal Tuban Paling Mahal 

Hasil tanaman yang diolah menggunakan pupuk dari  Goa Lalay tidak kalah kualitasnya dengan  pupuk  buatan pabrik.

"Banyak juga masyarakat dari luar daerah seperti Bandung  memesan kotoran hewan kelelawar dari dalam Goa Lalay. Kalau ngambil sendiri gratis, kalau menyuruh kami untuk mengambilnya tentu ada ongkosnya," ucapnya.

Baca juga: Bukit Panenjoan Pangandaran Dulu Menyeramkan Sekarang Jadi Hit Karena Pesona Pemandangannya

Hasil penjualan kotoran hewan dari Gua Lalay, kata Yuyuk, biasa dijadikan sebagai uang kas desa.

Ia  menambahkan, keberadaan Goa Lalay tersebut berada di tanah milik Bapak Kosli Sunarso dan ditemukan tahun 1823.

"Ke depannya kawasan Gua Lalay akan kami kembangkan (untuk wisata), tahapannya mulai membuat akses jalan yang representatif melalui uang desa," katanya. (tribunjabar/padna)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved