Eksis Sejak 1919, Kiliney Kopitiam Jadi Destinasi Favorit untuk Menikmati Kopi di Singapura

"Datang ke Killiney  menghadirkan perasaan nostalgia sambil duduk di Jalan Killiney dan menyeruput kopi dari cangkir bergaya kuno,"

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Adityas Annas Azhari
TribunJabar/Putri Puspita
Killiney Kopitiam yang telah beroperasi sejak 1919 

KILINEY Kopitiam menjadi salah satu destinasi favorit yang dikunjungi wisatawan saat berlibur ke Singapura. Kedai kopi legendaris yang berada di jalan 67 Killiney Road ini telah beroperasi sejak 1919.

Sebelum pandemi hadir, Killiney Kopitiam ini selalu ramai dikunjungi bahkan di jam tertentu Anda harus menunggu antrean supaya bisa menikmati kopi dengan rasa khas ini.

Di event SingapoReimagine MICE Virtual Show, Tribun Jabar mendapat kesempatan untuk melihat langsung keadaan Killiney Kopitiam ini.

Operational Manager Killiney Kopitiam, William menceritakan perjalanan sejarah dari kedai kopi hingga pabrik.

William saat proses membuat kopi secara tradisiona
William saat proses membuat kopi secara tradisiona (TribunJabar/Putri Puspita)

Ketika masyarakat mendengar tentang Killiney, William mengatakan mereka akan memikirkan tentang kopi dan makanan yang sesuai selera mereka.

"Datang ke Killiney  menghadirkan perasaan nostalgia sambil duduk di Jalan Killiney dan menyeruput kopi dari cangkir bergaya kuno," ujarnya.

Sejak tahun lalu, fasilitas baru pun didirikan untuk pindah ke pabrik makanan, memperluas pasar dengan menghadirkan minuman instan seperti kopi putih dan teh susu.

"Untuk rasa kopi putih premium ini memang rasanya tidak sama persis seperti dengan yang di kedai. Tapi kami bekerja sama dengan ilmuwan makanan supaya rasanya mirip," ujarnya.

Baca juga: Singapura Menata Kembali Pariwisatanya, Gelar SingapoReimagine MICE Virtual Show

Membuat inovasi baru dengan menghadirkan kopi instan menjadi tantangan tersendiri bagi Killiney Kopitiam, terutama untuk membuat rasanya sama seperti aslinya.

Killiney Kopitiam mengemas kopi bubuk ini dengan kualitas yang baik, dimana mereka menunjukan proses pengemasan 30 kantung per menit.

Proses produksi kopi bubuk Killiney Kopitiam
Proses produksi kopi bubuk Killiney Kopitiam (TribunJabar/Putri Puspita)

"Dalam sehari Killiney mampu menghasilkan 500 hingga 600 produk dan berencana menghadirkan rasa baru versi sehat," ucapnya.

William juga mempraktikkan bagaimana ia membuat kopi tradisional yaitu menuangkan air panas yang dituangkan ke teko berisi bubuk kopi yang disaring.

Prosesnya hampir mirip dengan membuat kopi tarik, dengan metode ini aroma kopi akan lebih harum menyelimuti ruangan.

"Di Killiney Kopitiam, kami memadukan kopi robusta dan arabika dengan rasio 70:30," ujarnya.

Selain kopi, Anda juga bisa menikmati roti dengan selai sarikaya dan telur rebus. Saat ini Killiney Kopitiam telah ada di 60 gerai di Asia bahkan Amerika. (tribunjabar/putri puspita)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved