Keindahan Bunga Air Mata Pengantin di Kampung Madu Banjaranyar, Banyak Pengunjung Berswafoto

“Memang banyak yang datang ke sini untuk berfoto selfie di bawah lorong bunga air mata pengantin ini”

Tribun Jabar/Andri M Dani
Bunga air mata pengantin di Desa Banjaranyar, Ciamis 

HAMPIR  di setiap halaman rumah warga  di Kampung Madu Banjaranyar, Ciamis dengan mudah ditemukan bunga air mata pengantin. Terlebih di halaman warga yang sehari-hari berprofesi sebagai peternak lebah madu.

Bunga air mata pengantin tersebut tumbuh subur dengan kembangnya bewarna merah jambu alias pink yang melambangkan cinta. Bunga-bunga itu merambat membuat indah pekarangan.

Warga setempat menyebutnya bunga AMP, kependekan dari bunga air mata pengantin.    

Bunga air mata pengantin di Desa Banjaranyar, Ciamis
Bunga air mata pengantin di Desa Banjaranyar, Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Kampung Madu ini merupakan julukan lain dari Dusun Sindangasih dan Dusun Karanglegok, Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar yang beberapa tahun terakhir menjadi sentra produksi madu di Tatar Galuh, Ciamis.

Sebagian besar penduduk di pelosok Banjaranyar ini kini berprofesi sebagai peternak lebah. Baik itu lebah nyiruan (avis) maupun lebah trigona (teuweul/klanceng).

Makanya tak heranlah kalau di halaman rumah mereka banyak ditemukan berbagai jenis kembang terutama kembang air mata pengantin.

Bunga air mata pengantin di Desa Banjaranyar, Ciamis
Bunga air mata pengantin di Desa Banjaranyar, Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Tak hanya di halaman rumah warga, hamparan tanaman kembang air mata pengantin ini paling banyak ditemukan Breeding Centre Bee (pusat pembibitan lebah) di Blok  Cisarua RT 01, RW 05, Dusun Karanglegok, Banjaranyar.

Di kompleks pembibitan lebah khusus trigona biroi tersebut kembang AMP ditanam dengan tertata. Di latar tiang-tiang penyangga, kembang AMP merambat di ketinggian bukit dengan latar depan hamparan pebukitan yang menghijau.

Tak heran lorong kembang air mata pengantin di Breeding Center Bee ini sering dijadikan tempat untuk berswafoto ria. Terutama oleh kalangan milenial yang sedang kasmaran.  

Bunga air mata pengantin yang ditanam dalam lorong buatan di Desa Banjaranyar, Ciamis
Bunga air mata pengantin yang ditanam dalam lorong buatan di Desa Banjaranyar, Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

“Memang banyak yang datang ke sini untuk berfoto selfie di bawah lorong bunga air mata pengantin ini,” kata Aneng Fatimah (27), salah seorang petugas di Breeding Center Bee Kampung Madu Banjaranyar tersebut kepada Tribun, pekan lalu

Di balik rambatan bunga air mata pengantin, kata Aneng, ada legenda tentang seorang pengantin wanita yang saking senangnya dengan bunga pemberian pengantin pria hingga meneteskan air mata bahagia. Sekuntum bunga merah muda itu setiap hari dipandangi sang perempuan sampai terkadang menangis. Dari situlah lahir nama bunga air mata pengantin.

Baca juga: Wisata Sedot Madu Trigona di Banjaranyar, Ciamis, Sehat dan Membangkitkan Vitalitas

Menurut Heri Kuswanto, dari Unit Pengelola Hasil Hutan Bukan Kayu (UPH2BK) Dishut Jabar yang  mengelola Breeding Center Bee di Blok Cisarua, Dusun Karanglegok,  keberadaan bunga air mata pengantint sangat akrab di kalangan peternak lebah.

Madu Banjaranyar,  lebah penghasil madunya menhisap sari bunga air mata pengantin yang banyak ditanam di desa itu
Madu Banjaranyar, lebah penghasil madunya menhisap sari bunga air mata pengantin yang banyak ditanam di desa itu (TribunJabar/Andri M Dani)

“Mereka menyebutnya AMP. Salah satu vegetasi yang dominan yang kembangnya paling disukai oleh lebah yang berburu nektar (cairan kembang yang dihisap oleh lebah untuk dijadikan madu),” ujar pria yang akrab disapa Wanto tersebut.

Bunga AMP, tak mengenal musim. Selalu berkembang tiap saat, baik saat musim kemarau maupun pada musim hujan seperti sekarang ini. Beda dengan kembang tanaman buah-buahan yang berbunga bergantung musim.

Bunga air mata pengantin, tidak sulit tumbuh, cepat suburnya dan yang penting berbunga sepanjang hari. Tempat lebah-lebah berburu nektar.

Bunga air mata pengantin di Desa Banjaranyar, Ciamis
Bunga air mata pengantin di Desa Banjaranyar, Ciamis (TribunJabar/Andri M Dani)

Di Breeding Center Bee, kata Wanto, AMP menjadi vegetasi yang dominan untuk dikembangbiakan. Baik melalui stek maupun biji. Kini sedang ditata lorong bunga AMP.

Wanto mengatakan,  kompleks Breeding Center Bee seluas enam hektare di lereng perbukitan tersebut akan mulai beroperasi dua bulan ke depan.Tempat itu akan menjadi  pusat pembibitan lebah trigona biroi. Jenis lebah tanpa sengat yang menghasilkan kualitas madu unggul. (tribunjabar/andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved