Lilin-lilin Imlek dengan Berbagai Ukuran Disiapkan di Vihara Dharma Ramsi

Lilin ini akan ditempeli kertas yang berisi doa juga harapan untuk tahun mendatang.

Tribun Jabar/Shania Septiana
Pembuatan lilin imlek warna merah di Gang Ibu Aisah No. 18/9A Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. 

MEMASUKI perayaan Tahun  Baru Imlek, masyarakat keturunan Tionghoa mulai mempersiapkan aneka ornamen Imlek.

Bebagai macam ornamen Imlek mulai dari lampion,  sampai lilin besar merah yang sering ditemui di berbagai Vihara pun dibuat dengan sentuhan seni.

Salah satu tempat pembuatan lilin merah yang digunakan untuk ibadah berada di Vihara Dharma Ramsi, yang berlokasi di Gang Ibu Aisah No 18/9A Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.

Proses pembuatan lilin merah di Vihara Dharma Ramsi di Gang Ibu Aisah No 18/9A Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.
Proses pembuatan lilin merah di Vihara Dharma Ramsi di Gang Ibu Aisah No 18/9A Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. (Tribun Jabar/Shania Septiana)

Ratusan lilin merah berbagai ukuran yang bermakna doa serta harapan tersebut, dipersiapkan untuk perayaan Imlek yang akan jatuh, Jumat 12 Februari 2021.

 “Pembuatan lilin disini biasanya dilakukan empat bulan sebelum Imlek supaya tidak mepet,” ujar Herman pembuat lilin merah di Vihara Dharma Ramsi.

Di tengah masa pandemi seperti ini, Vihara Dharma Ramsi masih aktif membuat lilin merah sebagai pelengkap perayaan Imlek.

Lilin yang dibuat di sini terdiri dari 3 ukuran, dengan berat lilin sekitar 25 kilogram (kg) sampai 200 kg. dengan tinggi kira-kira satu sampai dua meter.

Pembuatan lilin imlek di gang Ibu Aisah No. 18/9A Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.
Pembuatan lilin imlek di gang Ibu Aisah No. 18/9A Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. (Tribun Jabar/Shania Septiana)

Proses pembuatan lilin tersebut diawali dengan melelehkan lilin berwana putih, kemudian diberi pewarna merah khas ornamen Tiongkok lalu disaring dan dicetak hingga berbentuk lilin besar.

Lilin ini akan ditempeli kertas yang berisi doa juga harapan untuk tahun mendatang.

Untuk pembuatanya masih sesuai pesanan, dan tidak diperjual belikan.

“Lilin disini tidak diperjual belikan, kami bikin untuk memenuhi pasana umat yang membutuhkan,” kata Asikin, pengurus Vihara Dharma Ramsi. (tribunjabar/shania septiana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved