Wisata Alam Kabupaten Bandung

Datang ke Wayang Windu Panenjoan Serasa Berada di Swiss, Tempat yang Cocok untuk Libur Akhir Pekan

"...berdiri sekitar November 2019. Konsepnya wisata alam murah meriah dijangkau semua kalangan di ketinggian 1.800 MDPL"

TribunJabar/Putri Puspita
Pemandangan di Wayang Windu Panenjoan, Pangalengan Kabupaten Bandung 

WISATA  Wayang Windu Panenjoan di wilayah Kebun Teh Kertamanah, Kecamatan  Pangalengan, Kabupaten Bandung, ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Banyak yang menyebutkan berada di Wayang Windu seakan berada di Swiss karena pemandangan dan suasanya yang sejuk memanjakan mata.

Panenjoan yang memiliki arti sejauh mata memandang, memang memanjakan mata karena pesona hamparan kebun teh yang begitu luas dari ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut (MDPL) .

Pemandangan di Wayang Windu Panenjoan, Pangalengan Kabupaten Bandung
Pemandangan di Wayang Windu Panenjoan, Pangalengan Kabupaten Bandung (TribunJabar/Putri Puspita)

Berada di Wayang Windu membantu penglihatan Anda kembali segar. Jika biasanya Anda terus menerus menataap layar komputer karena pekerjaan, di sini adalah tempat yang tepat untuk istirahat.

“Ini termasuk destinasi baru lah, berdiri sekitar November 2019. Konsepnya wisata alam murah meriah dijangkau semua kalangan di ketinggian 1.800 MDPL,” kata pengelola wisata Wayang Windu Panenjoan, Deru, seperti dilansir dari Kompas,com, Desember lalu.

Berlokasi di Banjarsari, Kecamatan Pangelengan, Kabupaten Bandung, Anda membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dari keluar pintu tol Seroja.

Untuk rute perjalanan menuju Wayang Windu, dipastikan  tidak akan bosan karena sepanjang jalannya, hamparan kebun teh menemani perjalanan Anda.

Wayang Windu Panenjoan di ketinggian 1.800 mdpl
Wayang Windu Panenjoan di ketinggian 1.800 mdpl (TribunJabar/Putri Puspita)

Jangan khawatir takut tersesat, karena terdapat rute petunjuk arah jika Anda pertama kali datang berkunjung ke Wayang Windu.

Perjalanan menuju Wayang Windu memang harus menempuh jalan yang tidak begitu mulus, namun masih bisa dilalui.

 “Patokannya sampai bundaran Pangalengan belok kiri, arah kiri ya bukan kanan. Kalau kanan kan ke Cileunca, Ranca Buaya. Ini belok kiri. Sekitar 9 km dari bundaran depan Kecamatan Pangalengan,” katanya.

Baca juga: Pesona Hutan Mati di Timur Gunung Puntang Pegunungan Malabar, Jadi Lintasan Hiking dan Motorcross

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved