Agrowisata Edukasi

Di Griya Hidroponik Cirebon Pengunjung Bisa Memanen Sendiri Sayuran dan Berswafoto dalam Rumah Hijau

"Kami tidak pernah memanen sayurannya, karena pengunjung langsung yang panen"

Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
Pengunjung saat memilih sayuran yang akan dipanen di Griya Hidroponik Cirebon, Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (23/1/2021) 

SUASANA asri langsung terasa saat memasuki areal Griya Hidroponik Cirebon (GHC) di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Hamparan rumput hijau pun seolah menambah keasrian agrowisata yang dirintis sejak Desember 2020 tersebut.

Di sebelahnya terdapat dome (kubah) yang diberi nama green house (rumah hijau), tempat beragam sayuran ditanam menggunakan metode hidroponik.

Pengunjung saat memilih sayuran yang akan dipanen di Griya Hidroponik Cirebon, Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (23/1/2021)
Pengunjung saat memilih sayuran yang akan dipanen di Griya Hidroponik Cirebon, Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (23/1/2021) (Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi)

Di antaranya, pakchoy, selada, kangkung, bayam, caisim, kailan, pagoda, kale, lolla rosa, dan lainnya.

Semua sayuran itu pun tampak ditanam di pipa-pipa yang dirangkai sedemikian rupa.

Bahkan, di bagian atap green house tersebut terlihat dipasangi alat khusus untuk menyiram sayuran.

Pengunjung yang datang tidak hanya bisa membeli sayuran, tetapi berswafoto juga.

Baca juga: Warga Pilih Pergi ke Agrowisata Bukit Cigedud Karena Harga Sayuran Lebih Murah

Pengelola GHC, Nugrah Trihadi, mengatakan, sayuran yang ditanam dipastikan kesegarannya.

Pengunjung dapat memilih dan memanen sendiri sayuran yang akan dibelinya.

"Kami tidak pernah memanen sayurannya, karena pengunjung langsung yang panen," kata Nugrah Trihadi kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (23/1/2021).

Ia mengatakan, pada dasarnya GHC didirikan untuk menciptakan pasar sayuran hidroponik di Cirebon.

Baca juga: Objek Wisata di Kabupaten Cirebon Boleh Buka Sampai Pukul 19.00, Pengunjung Maksimal 25 Persen

Namun, tak jarang pengunjung yang datang hanya untuk berfoto di dalam dome green house.

Karenanya, GHC diusung menjadi agrowisata edukasi sehingga pengunjung dapat belajar tentang sayuran hidroponik.

"Pengunjung yang datang untuk belajar hidroponik juga dilayani," ujar Nugrah Trihadi.

Nugrah menyampaikan, GHC telah menyusun manajemen tanam secara detil sehingga sayuran segar tersedia setiap hari.

Terdapat 12 ribuan lubang tanam di green house yang luasnya mencapai 400 meter persegi tersebut.

Baca juga: Kaktus Sukulen Asal Lembang Diminati Pasar Luar Negeri, Para Kolektor Tanaman Mengincarnya

Sayuran di setiap lubang tanam juga tampak berbeda dari segi usianya, dari kira-kira dua hari hingga siap panen.

Para pengunjung dapat memanen langsung berbagai sayuran yang diinginkannya kemudian akan dicuci dan ditimbang.

Selain itu, tersedia pula layanan delivery order bagi pengunjung yang ingin memesan sayuran segar dari GHC.

Baca juga: 7 Kuliner Khas Cirebon untuk Menu Sarapan, Mulai Nasi Jamblang hingga Sate Kalong

Sayuran dari GHC dipastikan bebas pestisida dan terjamin kesegarannya karena baru dipanen dari Green House.

"Harganya dari mulai Rp 7 ribu sampai Rp 15 ribu per 250 gram sayuran. Untuk delivery order dilayani setiap pukul 09.30 dan pukul 15.30," kata Nugrah Trihadi. (tribuncirebon/ahmad imam baehaqi)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved