Wisatawan Tak Sekadar Rekreasi Namun Juga Belajar di Wisata Edukasi Sungai Dewi Hurip Cigeureuh

di sini keanekaragaman tumbuhan ada 15 jenis termasuk binatang ada 146 jenis

istimewa
Rombongan Bupati Bandung saat mencoba arung jeram di wisata edukasi Sungai Dewi Hurip Cigeureuh Astaraja, di Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung 

DI tempat wisata edukasi sungai Dewi Hurip Cigeureuh Astaraja, yang berada di Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, terdapat spot seperti Green Canyon, Pangandaran.

Di tempat wisata tersebut, wisatawan bisa menikmati body rafting, arung jeram, panahan, melihat pengolahan sampah, hingga melihat pembibitan pohon kurma.

Untuk body rafting dan arung jeram dan lainnya, tentu dipastikan keamanannya, sebab di sana terdapat sakola cai (sekolah air) yang juga mengelola tempat tersebut.

Bupati Bandung mencoba arung jeram di wisata edukasi Sungai Dewi Hurip Cigeureuh Astaraja, Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung
Bupati Bandung mencoba arung jeram di wisata edukasi Sungai Dewi Hurip Cigeureuh Astaraja, Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung (istimewa)

Jadi tak hanya menikmati keindahan dan keseruan bermain air, tapi juga terdapat edukasi susur sungai.

Dadang mengucapkan rasa terima kasihnya, kepada Komunitas Elingan dan Badega,  yang telah membuat sakola cai (sekolah air) di Sungai Cigeureuh.

"Di sini ada situs kerajaan Astaraja, beberapa situs bisa jadi pelajaran cerita. Bagaimana cinta tanah air, bisa diterapkan kepada anak didik kita, kepada generasi muda cinta tanah dan air," ujar Dadang, setelah meresmikan wisata edukasi Sungai Dewi Hurip Cigeureuh Astaraja, Selasa (19/1/2021).

Dadang mengatakan, di tempat ini ternyata ia dibawa ke beberapa titik, kampung yang menjadi unggulan di Desa Margahurip.

"Tadi ada di Kampung Saber, anak muda punya industri kreatif di bidang panahan yang sudah ekspor ke mancanegara," ucapnya.

Baca juga: Sensasi Flying Fox Terpanjang di Indonesia dalam Keindahan Alam Cicalengka

Perintis Sekolah Sungai yang mengelola Wisata Edukasi Sungai Dewi Hurip Cigeureuh Astaraja, Deni Riswandani,  mengatakan, wisata edukasi sungai adalah bagaimana memandu pariwisata bukan hanya sekadar wisata.

"Tapi bagaimana, para wisata bisa tumbuh dan sabar bertanggung jawab menjaga ekosistem sungainya," ujar Deni, di Sungai Cigeureuh, yang menjadi tempat Wisata Edukasi Sungai Dewi Hurip Cigeureuh Astaraja,

Deni mengatakan, di  Cigeureuh Astaraja ada satu ikon seperti Green Canyon kurang lebih panjangnya satu kilometer.

"Itu batuan cadas, dari batuan cadas itu muncul stalakmit dan stalagmit jadi airnya mengalir," kata Deni.

Baca juga: Pacu Andrenalin Melalui River Tubing di Sungai Cisanggarung, Kabupaten Kuningan, Tarifnya Terjangkau

Selain itu, kata Deni, di sepanjang tebih Sungai Cigereh muncul beberapa mata air.

"Nah ini yang harus dijaga, jadi konteks pariwisata Cigeureuh adalah mengajak kepada seluruh masyarakat, agar menekankan menjaga ekosistem sungai itu sendiri," ucap dia.

Deni mengatakan, dalam paket di RW 13 Kampung Cigeureuh ini ada beberapa kekayaan yang menunjang potensi pariwisatanya.

Para Perintis Sekolah Sungai yang mengelola Wisata Edukasi Sungai Dewi Hurip Cigeureuh Astaraja, Deni Riswandani di Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Selasa (19/1/2021).
Para Perintis Sekolah Sungai yang mengelola Wisata Edukasi Sungai Dewi Hurip Cigeureuh Astaraja, Deni Riswandani di Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Selasa (19/1/2021). (istimewa)

"Seperti kita mau belajar pengolahan sampah  budidaya magot ada bank sampah tematik, kedua bagaimana kita belajar melestarikan lingkungan yang berbasis kampung Siber. Ketiga, bagi para wisatawan yang mau belajar tentag panahan ada galeri panahan, pembibitan kurma ada, dan terakhir belajar rafting di Grand Canyon nya," katanya.

Baca juga: Warga Majalengka Menanti Ikan-ikan Mabuk di Tepi Sungai Cimanuk Bendung Rantang Jatitujuh

Deni menjelaskan, dalam konteks wisata edukasi sungai di sakola cai ada empat materi yang diajarkan.

"Pertama morfologi sungai atau ilmu yang mempelajari bentuk sungai, kemudian hidrologinya, airnya berasal dari mana, mata air di sini dari Gunung Puntang, ke Cigeureuh, Cisangkuy, ke Citarum. Pola kecepatan airnya, di sini namanya juga Cigeureuh, airnya ngageureuh, cepat," ujarnya.

Kedua kata Deni, konservasi sungainya, di sini keanekaragaman tumbuhan ada 15 jenis termasuk binatang ada 146 jenis. Endemiknya masih banyak.

Baca juga: Main Ayunan, Terapi Ikan, Naik Perahu, atau Berenang di Talaga Cicerem, Ikan-ikan Terlihat Jelas

"Jadi dalam konservasi kami ajarkan,  bagaimana kita belajar melindungi," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved