Berenang di Cibulan Bisa Dicium Ikan Dewa, Perlu jasa Pawang untuk Memanggil Ikannya

"Sejak pandemi Covid-19 hingga sekarang dan adanya pembatasan 50 persen dari kapasitas maksimal, jumlah pengunjung jauh dari target

Tribun Jabar/Yongky Yulius
Ujang, pawang ikan di Kolam Renang Cibulan, Kuningan 

KOLAM Cibulan di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan bisa menjadi destinasi wisata pilihan.

Di sana ada ratusan ratusan ikan dewa. Masyarakat setempat menyebutnya ikan kancra bodas. Ikan-ikan ini disakralkan karena dipercaya sebagai penjelmaan dari prajurit Prabu Siliwangi.

Meski begitu, pengunjung bisa bersentuhan dengan ikan-ikan ini di kolam yang sama. Jika ingin lebih dekat dengan ikan dewa di luar kolam, dibutuhkan jasa pawang.

Kolam Renang Cibulan, Kuningan
Kolam Renang Cibulan, Kuningan (TribunCirebon/Ahmad Ripai)

Tidak mudah membawa ikan keluar dari kolam. Beberapa waktu lalu, Ujang (50), pawang ikan dewa di sana menyebut hanya sekitar 20-an ikan yang bisa dibawa keluar kolam.

Karena itu, sebelum mengangkat seekor ikan dewa keluar dari kolam. Ia lebih dulu menebarkan potongan-potongan apel merah di sisi kolam. Ketika ikan-ikan itu mendekat, Ujang kemudian memilah-memilah.Selanjutnya, ia akan mengambil satu ekor ikan dewa menggunakan tangan kosong.

Kalau beruntung, pengunjung juga bisa menyaksikan saat ikan-ikan ini diberi makanan apel merah. Biasanya, pengelola kolam Cibulan memberikan apel merah tiga kali seminggu untuk ratusan kancra bodas di sana.

Selain ikan dewa, pengunjung juga bisa menikmati wahana lain, seperti kolam renang, terapi ikan, atau menelusuri sumur di sisi kolam itu.

Ada tujuh mata air yang dijadikan sumur terpisah. Masyarakat setempat percaya air dari sumur-sumur itu khasiat masing-masing. Di sana pun, pedagang menjual sejumlah oleh-oleh khas Kuningan.

Kolam renang Cibulan, Kuningan
Kolam renang Cibulan, Kuningan (Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

Pengelola di Objek Wisata Cibulan, Slamet, lokasi itu berdaya tampung sekitar 5.000 pengunjung.

"Sejak pandemi Covid-19 hingga sekarang dan adanya pembatasan 50 persen dari kapasitas maksimal, jumlah pengunjung jauh dari target dan pencapaian tahun-tahun sebelumnya," katanya, Senin (11/1).

Hingga Senin (18/1), objek wisata ini masih ditutup. Hal itu berdasarkan surat edaran Bupati Kuningan, Acep Purnama, supaya semua objek wisata ditutup total, 11-18 Januari 2021 karena pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). (tribun cirebon/ahmad ripai)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved