Sepanjang 2020 Kunjungan Wisatawan ke Majalengka Turun Drastis

"Kami lihat para pengelola wisata terdampak. Mereka hanya bisa pasrah. Namun mereka sangat mendukung kebijakan pemerintah"

TribunJabar/Eki Yulianto
Objek Wisata Lawang Saketeng di Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat. 

PADA awal 2020, pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia di berbagai sektor, salah satunya sektor pariwisata.

Di Majalengka, sektor pariwisata juga terkena imbasnya. Jumlah wisatawan untuk datang ke Kota Angin itu pun menurub.

Selama masa pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Majalengka sering kali mengambil kebijakan untuk menutup seluruh objek wisata demi menjaga mobilitas masyarakat.

Objek wisata Curug Cipeuteuy di Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka
Objek wisata Curug Cipeuteuy di Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka (Tribun Jabar/Eki Yulianto)

Tentunya, hal itu untuk menghindari adanya kerumunan yang memancing penyebaran virus tersebut.

Jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Majalengka mengalami penurunan drastis di sepanjang 2020.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka, Lilis Yuliasih mengatakan, pada 2019 jumlah kunjungan wisatawan ke Majalengka bisa mencapai 720.000.

Baca juga: Wisatawan Padati Curug Cipeuteuy Majalengka, Menikmati Kesegaran dan Keasrian Alam

Namun, di 2020, kunjungan wisatawan ke Majalengka mengalami penurunan drastis. Disparbud mencatat hanya 216.000 orang.

"Dampak Covid-19 memang begitu berasa, pengurangan pengunjung wisata sangat drastis. Terutama pada tahun 2019 ke tahun 2020," ujar Lilis, Kamis (14/1/2021).

Tak hanya berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan, pandemi Covid-19 juga mempengaruhi dari sisi ekonomi.

Penampakan Kampung Cibuluh, Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka
Penampakan Kampung Cibuluh, Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka (TribunJabar/Eki Yulianto)

Menurut Lilis, pelaku pengelola industri wisata mengalami penurunan pendapatan selama tujuh bulan terakhir.

"Kami lihat para pengelola wisata terdampak. Mereka hanya bisa pasrah. Namun mereka sangat mendukung kebijakan pemerintah," ucapnya.

Terkait kebijakan penetapan PSBB Proporsional di Majalengka, Lilis menyatakan kali ini pemerintah tidak menutup secara keseluruhan objek wisata.

Baca juga: Nepalnya Indonesia Ternyata Juga Ada di Kampung Cibuluh, Desa Tejamulya, Kabupaten Majalengka

Destinasi wisata dibolehkan buka dengan syarat penerapan protokol kesehatan lebih ketat lagi.

"Kami tetap koordinasi dan memantau dengan pihak kecamatan bagi tiap pengelola industri pariwisata untuk tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Jumlah kunjungan juga dibatasi sebanyak 50 persen," katanya. (tribun jabar/eki yulianto)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved