Kolam Renang Tertua di Majalengka Semula untuk Para Raja, Kini Kondisinya Perlu Direnovasi

"Pada 2010 sempat dipoles lagi, bahkan dibikin kolam renang tambahan. Jadi ada dua kolam renang. Namun ya sekarang begini lagi,"

TribunJabar/Eki Yulianto
Kolam Renang Sang Raja di Kelurahan Cigasong, Kecamatan Cigasong,Kabupaten Majalengka 

DI zaman modern seperti sekarang ini, keberadaan lokasi wisata kolam renang mudah dijumpai dimana-mana.

Di Majalengka misalnya, kolam renang Jembar Waterpark di Kasokandel atau kolam renang Tirta Indah di Sindangwangi menjadi bukti keberadaan kolam renang masa kini.

Namun, tahukah Anda kolam renang pertama di Majalengka yang kini usianya sudah dua ratus tahun lebih?

Di Kelurahan Cigasong, Kecamatan Cigasong Anda bisa menemui kolam renang pertama tersebut.

Baca juga: 7 Tempat Wisata di Majalengka yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan

Ya, kolam renang yang dinamakan Sang Raja itu disebut-sebut sebagai tempat pemandian pertama yang ada di kabupaten berjuluk Kota Angin ini.

Kesan tua pada kolam renang Sang Raja terlihat dari pemandangan sekitarnya.

Di sana masih terlihat beberapa pohon berukuran besar, yang disebut-sebut ada sejak lama. Sementara, air di kolam terlihat berwarna keruh cenderung kehijau-hijauan.

Kolam renang Sang Raja di Kelurahan Cigasong, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka
Kolam renang Sang Raja di Kelurahan Cigasong, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka (TribunJabar/Eki Yulianto)

Menurut catatan sejarah yang ada, Sang Raja sudah ada sejak sekitar tahun 1800. Saat itu, penyebutannya masih menggunakan istilah Tamansari.

Di tempat itulah, keluarga raja biasa bercengkerama atau dahulu disebut kedaleman.

"Awal mulanya dibangun oleh Demang Santana Sastra Permana sekitar tahun 1800, tempat bermainnya keluarga Tumenggung Natakarya. Sebenarnya sudah ada juga sejak tahun 1600, jadi keluaga Tumenggung ini meneruskan atau merawat kolam pemandian ini.

Demang Santana Sastra Permana itu anaknya Tumenggung Natakarya," ujar Ketua Grup Majalengka Baheula (Grumala), Naro kepada Tribuncirebon, akhir pekan lalu.

Keberadaan Tamansari bertahan hingga ratusan tahun. Meskipun sistem pemerintahan tidak lagi memakai kerajaan, Tamansari Sang Raja tetap bertahan.

Baca juga: Sepanjang 2020 Kunjungan Wisatawan ke Majalengka Turun Drastis

Di tahun 1912, tahap renovasi kembali dilakukan yang ditandai pembangunan tugu di dekat pintu masuk area.

Renovasi dilakukan oleh Bupati ke-7 Majalengka, bernama Raden Adipati Arya Sastrabahu.

"Pada 1927 dilakukan pemugaran kembali tahap tiga kali diresmikan, yang dilakukan oleh keponakannya Bupati ke-7 tersebut, yaitu Raden Mas Aria Adipati Suriatanudibrata. Saat itu masyarakat sudah banyak berkunjung," ucapnya.

Bahkan, peresmian tersebut sempat dimuat oleh media Bataviaasch Nieuwsblaad.

"Ada berita di Bataviaasch Nieuwsblaad terbitan 5 Maret 1927 tentang peresmian kolam renang baru itu, atas permintaan masyarakat, mungkin kaum ningrat Majalengka. Peresmian ini dihadiri banyak tamu, termasuk para Bupati tetangga, baik dari Cirebon, Kuningan maupun Indramayu," katanya.

Pada era 1980-an, kolam renang itu sudah dikomersilkan.

Kolam Renang Sang Raja di  Kelurahan Cigasong, Kecamatan Cigasong,Kabupaten Majalengka
Kolam Renang Sang Raja di Kelurahan Cigasong, Kecamatan Cigasong,Kabupaten Majalengka (TribunJabar/Eki Yulianto)

Tidak sedikit masyarakat yang berkunjung ke sana untuk menikmati kolam renang Sang Raja.

Pemanfaatan Tamansari Sang Raja sebagai kolam renang umum bertahan hingga sekitar 2010.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved