Kerupuk Gurih dan Pelem Alias Gurilem, Rasanya Lezat dan Renyah, Camilan Khas Cililin

Bahan dasar dari kerupuk gurilem adalah tepung dicampur garam yang membuat rasanya gurih

TribunJabar/Syarif Pulloh Anwari
Kerupuk gurilem yangbanyak dijajakan di Cililin Kabupaten Bandung Barat 

KERUPUK Gurilem adalah camilan khas Cililin, Kabupaten Bandung Barat  yang renyah dan rasanya gurih

Camilan khas ini digemari semua kalangan mulai dari anak kecil sampai orangtua. 

Ternyata nama Gurilem memiliki arti, menurut salah satu pengrajin kerupuk gurilem asal Cililin Bandung Barat, Erus (39) penamaan gurilem kepanjangan dari gurih dan pelem atau enak. 

Kerupuk gurilem menjalani proses pengeringan selama 3-4 hari sebelum digoreng di Cililin, Kabupaten Bandung Barat
Kerupuk gurilem menjalani proses pengeringan selama 3-4 hari sebelum digoreng di Cililin, Kabupaten Bandung Barat (Tribun Jabar/syarif pulloh anwari)

Erus mengatakan kerupuk gurilem ini menjadi makanan khas asal Cililin selain wajit. 

"Penamaan diambil dari dua kata itu, ya dari rasa sama teksturnya, " ujar Erus kepada Tribun Jabar, pekan lalu. 

Erus mengatakan daerah Cililin merupakan rumah produksi kerupuk gurilem. Ia masih bertahan memproduksi kerupuk gurilem ditengah gempuran camilan yang sangat beragam. 

"Alhamdulillah saya sudah 12 tahun menekuni usaha ini. Sampai sekarang masih bertahan, " ungkapnya. 

Menurut Erus, pada tahun 1980 sampai 1990-an  kerupuk gurilem ini menjadi jajanan ringan untuk kalangan menak. 

Kerupuk gurilem menjalani proses pengeringan selama 3-4 hari sebelum digoreng di Cililin, Kabupaten Bandung Barat
Kerupuk gurilem menjalani proses pengeringan selama 3-4 hari sebelum digoreng di Cililin, Kabupaten Bandung Barat (Tribun Jabar/syarif pulloh anwari)

Kerupuk gurilem ini sangat unik memiliki tekstur bentuknya yang panjang dan mirip cacing. Ditambah varian rasa taburan bumbu cabai dan bawang yang melekat di permukaan kerupuk. 

Erus mengatakan dirinya memproduksi dua varian rasa kerupuk gurilem yaitu rasa bawang dan pedas. 

Bahan dasar dari kerupuk gurilem adalah tepung dicampur garam yang membuat rasanya gurih. 

Baca juga: Kisah Sejarah di Curug Walanda Citatah, Potensi Objek Wisata di Kabupaten Bandung Barat

Setelah adonan tercampur, adonan tersebut ditambahkan dengan air panas sampai tidak lengket lagi. Lalu adonan siap untuk dicetak. 

Erus mengatakan dari proses cetak, kerupuk gurilem tidak bisa langsung di goreng, harus di jemur selama 3 hingga 4 hari bergantung cuaca. 

Baca juga: Lezatnya Lotek Panorama, Sudah Ada Sejak 27 Tahun Lalu di Lembang, Kabupaten Bandung Barat

"Kalau cuaca lagi musim hujan, dijemur bisa sampai lima hari, karena kandungan airnya harus sudah kering," ucapnya. 

Erus mengatakan uniknya dari kerupuk gurilem ini saat penggorengan, proses penggorengan gurilem tidak menggunakan minyak, melainkan menggunakan pasir yang sudah terlebih dahulu dibersihkan.

"Jadi kalau gurilem ini digoreng bukan pakai minyak, tapi pakai pasir khusus, " ujarnya. 

Baca juga: Curug Malela Nan Indah di Kabupaten Bandung Barat, Dijuluki Air Terjun Niagara Kecil

Meskipun ditengah pandemi Covid 19, produksi kerupuk gurilem yang dibuatnya tak berkurang, sehari bisa memproduksi satu kuintal. 

Soal harga, Erus menjual mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu. Namun dirinya menjual mentahan kerupuk gurilem per ball atau per kg dihargai Rp 65 ribu. 

Kini ia berharap, makanan cemilan khas ini bisa tetap ada dan menjadi identitas kuliner Nusantara yang bisa dilestarikan. (tribunjabar/syarif pulloh anwari)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved