Inilah Desa Tertinggi di Bandung Raya, Jadi Titik Awal Jalur Pendakian Alternatif ke Papandayan

"Kalau orang Bandung yang datang ke sini bilangnya desa di atas langit,"

TribunJabar/Mega Nugraha
Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. 

LANGIT yang biru dan berkelindan dengan jajaran pegunungan seketika berubah jadi awan hitam kemudian hujan rintik turun saat waktu melewati tengah hari. Jalan desa yang mayoritas rusak, berbatu, bergelombang, yang semula kering, di banyak tempat jadi kubangan air.

Sejumlah pengendara ojek gunung, jasa transportasi yang biasa mengantarkan sayuran dari kebun di bukit-bukit, hilir mudik menerjang kubangan air di jalan yang rusak.

Pemandangan itu jadi keseharian warga di Desa Neglawangi Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Desa itu dilihat dari citra satelit yang disajikan Google Maps, jadi salah satu desa paling selatan agak ke timur di Kabupaten Bandung.

Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung
Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

"Iya betul ini mah desa paling ujung selatan di Kabupaten Bandung, setelah desa ini sudah masuk Garut Selatan," ucap Hendar (50), mantan aparatur desa saat berbincang di Kampung Neglawangi, belum lama ini.

Dari catatan aplikasi pengukur ketinggian di ponsel Android,  Desa Neglawangi berada di ketinggian 2.075 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Karena ketinggian desa itu, halimun di atas bukit kecil kebun teh tampak terlihat dekat, ada kala desa itu tertutup kabut bahkan di waktu tertentu, awan berada di bawah pandangan. Sehingga, tidak keliru jika desa itu termasuk desa tertinggi di Kabupaten Bandung.

Baca juga: Berkemah di Puncak Sulibra Gunung Artapela Bisa Melihat Galaksi Bima Sakti Jika Cuaca Cerah

"Kalau orang Bandung yang datang ke sini bilangnya desa di atas langit," ucap Hendar sambil berkelakar.

Desa ini berjarak 25 km dari Pangalengan serta 15 km dari Kertasari. Di sebelah barat, menjulang tinggi Gunung Papandayan hingga Gunung Kendang. Desa itu berada di tengah perkebunan teh milik PTPN VIII Pabrik Teh Sedep.

Selain perkebunan, warga juga menggarap lahan kebun untuk ditanami sayuran seperti kentang, wortel hingga kol.

Dari desa itu, saat panen, sayuran diangkut dari kebun menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi. Satu motor bisa mengangkut hasil kebun seperti kentang hingga wortel sebanyak 10 karung dalam satu motor ke desa. Kemudian, hasil kebun itu dibawa menggunakan truk untuk dijual ke pasar.

Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung
Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung (TribunJabar/Mega Nugraha)

SD terjauh di desa ini yakni SD Sukatinggal dan SD Cileuleuy. Itu berbatasan langsung dengan pegunungan di Garut Selatan seperti Gunung Tajur, Marungkut, Gunung Malang, hingga Gunung Kasang.

Ada satu SMP di desa itu, sedangkan untuk jenjang SMA, pelajar harus ke Pangalengan atau Kertasari.

Di desa ini, ada satu Poskesdes atau Pos Kesehatan Desa yang menginduk ke Puskesmas Kertasari. Sejauh pengamatan Tribun, itu satu-satunya fasilitas kesehatan publik yang ada di desa itu.

Meski jadi desa paling terujung selatan, desa ini kerap dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Maklum, desa itu titik masuk pendakian menuju Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut.

Baca juga: Menjajal Gunung Koromong di Bandung Selatan, Berjalan, Bersepeda, atau Bermotor Trail Sama Asyiknya

"Biasanya pendaki yang ingin merasakan jalur berbeda lewat sini. Sebutannya jalur halaman belakang Papandayan," ucap Toni Herdiat (36), pemuda warga desa saat berbincang dengan Tribun di Kampung Papandayan Desa Neglawangi, belum lama ini.

Hanya memang, tidak ada petunjuk jalan menuju Kawah Papandayan di desa itu. Jalur pendakian menuju Papandayan, sering digunakan para ojek gunung membawa hasil sayuran.

Baca juga: Berlibur dengan Camper Van, Cara Nyaman Menikmati Liburan Saat Pandemi, Ada Paket ke Pangalengan

"Biasanya pendaki nanya ke warga sini, kalau ada yang tahu jalan, pasti diantar. Tarifnya mah tergantung negosiasi saja," ucap Toni seraya tertawa.

Tak hanya wisatawan dalam negeri, pemuda asal Kampung Cibatarua Desa Neglawangi akrab disapa Tebe (35), mengaku, pernah mengantar warga Jerman mendaki ke kawah Papandayan dari desa itu.

"Pernah antar pendaki dari Jerman sama pemandu wisatanya ke Papandayan. Katanya ingin ke Papandayan lewat jalur yang tidak biasa, jadi berangkat dari kampung ini," ucap Tebe. (tribunjabar/mega nugraha)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved