Turis Tanpa Surat Hasil Rapid Harus Jalani Rapid Tes Antigen di Gerbang Wisata Kebun Raya Cibodas

"Ada beberapa pengendara yang melakukan rapid test antigen, rata -rata pengunjung dari Ibu kota,"

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Pemeriksaan rapid antigen sebelum masuk kawasan wisata Kebun Raya Cibodas, Kamis (24/12/2020). 

PADA hari libur menjelang Natal, petugas gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja Ciannir, TNI-Polri, Dishub Cianjir, BPBD, PMI, dan tim kesehatan Kabupaten Cianjur menggelar operasi yustisi dengan melakukan cek poin ke semua pengendara yang akan masuk ke kawasan wisata Kebun Raya Cibodas, Kamis (24/12/2020).

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Barat, Khoirul Naim mengatakan, kegiatan di pintu masuk Kebun Raya Cibodas merupakan kegiatan hari ke dua yang sebelumnya dilakukan di wilayah perkotaan Cianjur.

Operasi yustisi sebelum masuk kawasan wisata Kebun Raya Cibodas, Kamis (24/12/2020).
Operasi yustisi sebelum masuk kawasan wisata Kebun Raya Cibodas, Kamis (24/12/2020). (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

"Kemarin Rabu (23/12/2020) kami telah melaksanakan operasi yustisi dan juga penyemprotan disinfektan, sedangkan di hari ke dua ini kami menggelar kegiatan yang sama namun lebih ke cek poin bagi pengendara," kata Khoirul Naim.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadi mengatakan, untuk teknis kegiatan operasi yustisi ini lebih ke cek poin sekalian memberikan edukasi terhadap para pengendara yang akan masuk ke kawasan Kebun Raya Cibodas.

Baca juga: Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Kembali Tutup Jalur Pendakian Karena Alasan Cuaca

"Kami utamakan yang diperbolehkan masuk ke kawasan Cibodas bagi yang memiliki surat keterangan hasil rapid atau swab dengan hasilnya negatif. Jika tetap memaksa masuk harus dilakukan rapid tes antigen berbayar langsung dilakukan tim kesehatan, dan tentunya berbayar Rp 250 ribu yang nantinya akan dilampirkan surat keterangan sehat dengan jangka waktu 3 hari," katanya.

Menurutnya, ada beberapa pengendara yang melakukan rapid tes antigen, hal tersebut dikarenakan tidak bisa menunjukan surat keterangan sehat.

Baca juga: Pengunjung Tempat Wisata di Jabar Wajib Tunjukkan Surat Keterangan Hasil Negatif Uji Rapid Antigen

"Ada beberapa pengendara yang melakukan rapid test antigen, rata -rata pengunjung dari Ibu kota," kata Hendri.

Hendri berharap, dengan dilakukannya kegiatan Operasi gabungan ini masyarakat agar lebih mentaati dan menerapkan protokol kesehatan.(tribunjabar/ferri amiril mukminin) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved