Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Tingkat Keterisian Hotel di Lokasi-lokasi Wisata di Jabar Mencapai 40 Persen

"Kalau ada wisatawan yang tidak bawa surat antigen, nanti diskrining ada rapid antigen di tempat wisata"

Editor: Adityas Annas Azhari
TribunJabar/Putri Puspita
Layanan kebersihan kamar di Hotel GH Universal Bandung 

KEPALA Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan keterisian atau okupansi hotel di sejumlah kawasan wisata di Jawa Barat meningkat pada masa libur Natal dan akhir tahun 2020. Begitupun dengan pemesanan tiket di tempat wisata dan reservasi restoran.

"Hotel di Pangandaran sudah 35 sampai 40 persen dari tanggal 24 sampai 31 Desember. Kemudian Garut, Bandung Raya, Puncak, dan Cirebon, itu juga sama hampir rata-rata sudah 35 persen sampai 40 persen tereservasi. Tapi itu kan belum tentu mereka datang," katanya melalui ponsel, Rabu (23/12).
 

Krisna Beach Hotel Pangandaran
Krisna Beach Hotel Pangandaran (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Dedi mengatakan, wisatawan yang datang ke lokasi wisata harus membawa surat hasil rapid tes antigen. Namun demikian Dedi memastikan wisatawan yang terlanjur datang ke kawasan wisata tanpa surat rapid tes antigen tak akan dipulangkan. 

"Tetapi, untuk memastikan keamanan aktivitas wisata, wisatawan tersebut akan diperiksa antigen di objek wisata tersebut. Kalau ada wisatawan yang tidak bawa surat antigen, nanti diskrining ada rapid antigen di tempat wisata. Kalau terlanjur datang ya kita lakukan rapid yang di lapangan. Itu kan skrining awal," ujarnya.

Baca juga: Menikmati Staycation di Hotel Bergaya Eropa di Kota Bandung Melalui Fitur Tiket Clean dari Tiket.com

Dedi mengatakan, hal ini juga berlaku bagi wisatawan yang hendak menginap di hotel. Intinya, wisatawan harus membawa surat antigen, dan yang penting tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan pengurangan kapasitas tempat wisata.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, katanya, hampir semua hotel, tempat wisata, dan rumah makan, sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Beberapa di antaranya sudah mendapat sertifikasi.

Pemberian disinfektan untuk tamu hotel GH Universal, Bandung
Pemberian disinfektan untuk tamu hotel GH Universal, Bandung (TribunJabar/Putri Puspita)

"Itu sudah memenuhi standar, merupakan langkah-langkah bagus dari Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat. Jadi diutamakan dalam surat edaran itu, harus menggunakan reservasi online dan sebagainya," kata Dedi.

Di Pulau Jawa, katanya, wisatawan dinyatakan harus menggunakan rapid test antigen. Hal ini ditindaklanjuti surat edaran dari provinsi. 

Baca juga: Pengunjung Tempat Wisata di Jabar Wajib Tunjukkan Surat Keterangan Hasil Negatif Uji Rapid Antigen

"Kemudian juga ada antisipasi di 18 kota dan kabupaten, di 89 titik tempat wisata yang diminati oleh pengunjung. Karena kan Jawa Barat adalah lintasan dan tujuan. Ada 89 titik yang diminati dari 18 kabupaten kota itu," katanya.

Untuk antisipasi penegakan protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19, pihaknya akan melakukan rapid test antigen atau swab antigen di titik-titik tersebut.

Restoran Tamansari, Hotel Santika Cirebon,Jalan Wahidin, Kota Cirebon
Restoran Tamansari, Hotel Santika Cirebon,Jalan Wahidin, Kota Cirebon (Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi)

"Sudah ada 20.294 alat rapid test antigen, sudah mulai sekarang diambil sama kabupaten dan kota, supaya ada pemeriksaan skrining. Apabila ada wisatawan atau pengunjung atau industri lainnya yang hasilnya reaktif, kita lakukan langkah-langkah lanjutan," katanya. (tribunjabar/syarif abdussalam)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved