Wisatawan Harus Tunjukkan Surat Keterangan Hasil Rapid Test Saat Datang ke Objek Wisata di Garut

"Sejumlah dinas akan diminta melakukan pengawasan ke sejumlah tempat wisata, tempat perbelanjaan".

Tribun Jabar/Zelphi
Kebun Buah Naga Poernama, Kampung Jamban Sari, Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut 

MENJELANG libur akhir tahun, Pemkab Garut mengeluarkan surat edaran tentang pelarangan perayaan tahun baru 2021 dan pencegahan kerumunan massa.

Surat edaran bernomor 443.1/11816/KESRA itu dibuat sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Dalam surat tersebut, terdapat satu poin yang menjadi perhatian.

Para pelaku usaha diminta untuk memeriksa setiap pengunjung yang datang dan dipastikan bebas Covid-19. Para wisatawan diminta menunjukkan hasil negatif Covid-19 dengan menunjukkan surat rapid test atau PCR.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, sebagai daerah tujuan wisata pihaknya harus melakukan antisipasi. Wisatawan boleh datang ke Garut, namun protokol kesehatan akan diperketat.

Suasana wisata di Kamojang Ecopark, Desa Cisarua, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.
Suasana wisata di Kamojang Ecopark, Desa Cisarua, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

"Kami akan melakukan pengawasan di pusat keramaian. Hal itu dilakukan agar tak terjadi kerumunan massa," ujar Rudy, Selasa (22/12/2020).

Baca juga: Lokasi Instagramable di Hutan Kamojang Garut, Cocok untuk Rekreasi Keluarga

Rudy mengaku sudah menginstruksikan jajarannya melakukan pengawasan di beberapa tempat vital. Pihaknya tak melarang para wisatawan untuk datang dan berwisata. Nantinya pengelola objek wisata harus menerapkan protokol yang ketat.

"Sejumlah dinas akan diminta melakukan pengawasan ke sejumlah tempat wisata, tempat perbelanjaan, dan pusat keramaian lainnya," ucapnya.

Baca juga: Pariwisata Garut Mulai Bangkit di Tengah Pandemi, Warga Pun Diajak Sadar Wisata

Pemkab Garut memang tak mewajibkan wisatawan yang datang untuk membawa surat keterangan negatif rapid test atau PCR.  Namun dalam surat edaran itu, pemilik usaha wajib melihat surat keterangan rapid atau PCR bagi yang akan berkunjung.

Di poin ketiga surat edaran itu menyebut pemilik, pengelola dan/atau penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan di daerah tujuan wisata, agar melakukan pengetatan protokol kesehatan.

Situ Bagendit Garut
Situ Bagendit Garut (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Dalam poin tiga huruf C tertulis, pemilik usaha mewajibkan pengunjung menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji rapid test atau PCR yang masih berlaku.

Baca juga: Inilah Rencana Enam Zona Ekowisata yang Akan Dibangun di Situ Bagendit Garut, Terealisasikan 2021

Sedangkan di poin kelima tertulis, jika pemilik usaha atau masyarakat tak mematuhi ketentuan yang dimaksud, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut akan memberi sanksi. Surat edaran tersebut berlaku sejak 21 Desember hingga 8 Januari 2020.  (tribunjabar/firman wijaksana)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved