Born and Blessed Bikin Masker Fesyen yang Nyaman Dikenakan,Kebutuhan Terus Meningkat

"Awalnya saya justru gengsi, nggak mau jualan masker. Tapi banyak teman yang rekomendasi udah jualan masker aja".

istimewa
Masker Born & Blessed produksi Bandung 

MENJALANI sebuah usaha memang tidaklahh mudah, banyak proses jatuh bangun yang harus dihadapi.

Telah memulai usaha sejak 1999, pengusaha clothing brand lokal Bandung, Christian Eka tak berhenti terus belajar untuk bertahan di usahanya ini.

Ditemui di Hawayu Coffee, Jalan Sawunggaling, Christian menceritakan jungkir balik usaha yang dijalanakannya, terutama saat pandemi muncul.

Memulai usaha dari berbagai bidang seperti pertanian, kopi, dan clothing telah dicobanya.

Melalui brand Born and Blessed, Christian sempat berjaya di bidang clothing hingga akhirnya meredup, namun tetap bertahan.

Masker Born & Blessed
Masker Born & Blessed (istimewa)

Saat itu, ia hampir bangkrut dan memiliki utang dengan jumlah tinggi, bahkan diakuinya hingga miliaran rupiah.

"Pada 2019, kami akhirnya coba rombak sistem cara kerja, dan ketika baru mau mulai, eh muncul pandemi. Kami sempat panik dengan kondisi finansial yang seperti ini," ujarnya kepada Tribun Jabar, Jumat (18/12/2020).

Sebelum pandemi muncul, Born and Blessed fokus kepada kebutuhan pakaian  pria dan celana jins.

Namun mau tidak mau, Christian kini beralih jadi menjual masker karena mengikuti kebutuhan pasar.

"Awalnya saya justru gengsi, nggak mau jualan masker. Tapi banyak teman yang rekomendasi udah jualan masker aja. Padahal saya juga nggak tahu gimana cara produksi masker," kata Christian.

Born and Blessed pun mencoba produksi masker, namun ternyata di awal pembuatan tidak ada yang tertarik akan masker buatannya.

Ia juga sempat mencoba masker berbahan denim dan ternyata tidak nyaman digunakan dan justru bahannya lebih tebal, membuat pengguna sulit untuk bernapas.

Dari perjalanan trial and error ini, kini Born and Blessed  meluncurkan masker 

Masker Born & Blessed produksi Bandung
Masker Born & Blessed produksi Bandung (istimewa)

"Kini kapasitas produksi bisa mencapai 1.400 sehari dan semua barangnya keluar," ujarnya.

Menggunakan bahan scuba berbahan 3 lapis, Christian mengatakan masker buatannya aman untuk digunakan. Meskipun ia tak menampik, masker buatannya ini memang lebih banyak digunakan untuk kebutuhan fesyen.

Harga masker dari Born and Blessed ini dijual Rp 49.000 hingga 59.000 dengan model yang bisa digunakan untuk kerudung atau masker biasa yang dikaitkan di telinga.

Pandemi ini pun menjadi pelajaran baru bagi Born and Blessed untuk memperlebar pasar pengguna brand-nya. (tribunjabar/putri puspita)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved