Wisata Alam Kabupaten Bandung

Kabut Muncul dari Permukaan Danau Saat Matahari Ternit di Keheningan Pagi

"Ini danau alami, mengandung mata air. Sering juga disebut Danau Santosa karena berada di Desa Santosa,"

TribunJabar/Mega Nugraha
Situ Cihaniwung di Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung 

SENJA di barat perlahan tenggelam di balik perbukitan di tengah kebun teh. Suara burung masih berkicau riang. Kabut tipis menyeruak di sela pohon dan di atas permukaan kebun teh di Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, belum lama ini.

Desa itu berada di ketinggian sekitar 1700 meter di atas permukaan laut (MDPL). Lokasinya berada di bawah kaki Gunung Papandayan. Lokasinya berjarak sekitar 40 km dari Kota Bandung.

Di tengah keheningan dan kesejukan desa di pegunungan, menjelaga Situ Cihaniwung, sebuah danau yang berada tepat di tengah kebun teh.

Situ Cihaniwung di Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung
Situ Cihaniwung di Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Danau itu berada di sisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Pangalengan dan Kertasari. Raungan mesin motor dari enam pengendara roda dua tiba-tiba berhenti saat melihat papan nama Cihaniwung dalam ukuran  besar terlihat dari jalan.

Mereka berhenti dan berswafoto dengan latar belakang situ. Satu diantara mereka, bernama Heru Muthahari (34) merupakan warga Kota Bandung yang sedang touring sepeda motor bersama temannya, menggunakan jalur Pangalengan.

Kemudian, mereka memasuki kawasan situ setelah melewati portal yang tidak dikunci dan dipersilakan masuk pengelola.

Baca juga: Memandang Situ Sipatahunan, Danau Buatan di Baleendah yang Memanjakan Mata dan Asri

"Sedang touring dari Kota Bandung ke Pangalengan, sorenya pulang lewat Kertasari lalu masuk Ciparay, Sapan kemudian Gedebage. Tapi di perjalanan nemu tempat ini, jadi kami mampir," ujar Heru.

Menurutnya, dari kejauhan, Situ Cihaniwung ini terlihat kontras dan mengundang perhatian para pengendara. Apalagi, kondisi jalannya berupa beton terasa mulus.

"Karena di pinggir jalan ya, jadi menarik. Apalagi dilihat dari kejauhan, danaunya berada di tengah kebun teh," ujarnya.

Hendra Suherman (40), warga Desa Santosa mengatakan, situ itu merupakan mata air. Secara geografis, Situ Cihaniwung ini posisimya lebih tinggi dari Situ Cisanti di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari.

Situ Cihaniwung di Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung
Situ Cihaniwung di Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Situ Cihaniwung berada di sebelah barat Situ Cisanti yang merupakan titik nol kilometer Sungai Citarum.

"Ini danau alami, mengandung mata air. Sering juga disebut Danau Santosa karena berada di Desa Santosa," ucapnya.

Waktu tempuh dari Cihaniwung ke Cisanti menggunakan sepeda motor kurang dari 20 menit. Di dekat Situ Cisanti, terdapat pabrik teh Talub Santosa milik PTPN VIII yang memproduksi teh hitam. Di sekeliling pabrik teh, berdiri rumah-rumah klasik. Jarak Cihaniwung dengan pabrik teh kurang dari 100 meter.

"Dulunya di sekitar Cihaniwung ini ada lintasan tempat latihan motorcross. Tapi sekarang ditata lagi jadi objek wisata. Belum lama sih dibangun, sekarang masih dalam tahap pembenahan," ujarnya.

Baca juga: Berkemah di Puncak Sulibra Gunung Artapela Bisa Melihat Galaksi Bima Sakti Jika Cuaca Cerah

Di pinggir danau, dibangun menara pandang terbuat dari bambu. Pemandangan danau di tengah hamparan kebun teh tampak terlihat mempesona. Apalagi cuaca yang segar.

Daya tarik danau dan desa ini terletak pada pagi hari. Saat pagi menjelang, pemandangan matahari terbit jadi momen terbaik. Saat matahari terbit keluar dari balik pegunungan, di kala itu pula asap kabut keluar dari permukaan air berkelindan dengan pancaran sinar matahari berwarna kemerahan yang tercermin di permukaan air danau.

"Banyak wisatawan dari Kota Bandung yang sengaja datang kesini bahkan bikin tenda di pinggir danau untuk menikmati pemandangan matahari terbit. Katanya sih pemandangan sunrise-nya terbaik, tapi kalau kata orang sini mah sudah biasa sih," ucapnya.

Untuk menuju desa ini, bisa menggunakan jalur Pangalengan. Ambil jalan menuju pemandian air panas Cibolang kemudian lanjutkan perjalanan mengikuti jalan. Selain via Pangalengan, bisa menggunaka jalur Kecamatan Ciparaya. Arahkan kendaraan menuju  Situ Cisanti di Kertasari, ikuti jalan kurang dari 20 menit, sudah bisa tiba di Situ Cihaniwung. (tribunjabar/mega nugraha)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved