Radio-radio Antik Itu Ungkap Berbagai Kisah Menarik Perjalanan Radio Indonesia

"Saat itu Philips merayakan penjualan radio ke 100 ribu di Indonesia dan mereka memberikan penghargaan ke Bung Karno".

TribunJabar/Putri Puspita
CEO The Lodge Group, Heni Smith saat melihat pameran radio antik di Herbal House, Jalan Sumur Bandung No 6, Bandung 

HADIRNYA teknologi yang memiliki berbagai aplikasi untuk mendengarkan musik membuat perkembangan radio dari masa ke masa kehilangan peminatnya.

Sebelumnya, radio menjadi alat ajang berkumpul bersama keluarga untuk bisa mendapatkan informasi atau mendengarkan lagu.

Kini, untuk mendapatkan hal tersebut, tidak lagi membutuhkan alat bernama radio. Anda bisa mendapatkannya dimana saja dan kapan saja.

CEO The Lodge Group, Heni Smith (kiri) dan pelestari radio antik, Deni Kusuma, saat pameran di Herbal House, Jalan Sumur Bandung, Kota Bandung
CEO The Lodge Group, Heni Smith (kiri) dan pelestari radio antik, Deni Kusuma, saat pameran di Herbal House, Jalan Sumur Bandung, Kota Bandung (TribunJabar/Putri Puspita)

Pergeseran minat untuk mendengarkan radio pun menghilang, begitu pula dengan kegiatan berkumpul bersama keluarga.

Kini, tiap anggota keluarga bisa mendengarkan lagu dan informasi sesuai apa yang diminatinya masing-masing melalui gadget yang dimiliki.

Untuk kembali mengingatkan bagaimana peran penting dan cerita menarik apa saja yang dihadirkan saat adanya radio, Herbal House by The Lodge menghadirkan pameran radio antik dari tahun 1939- 1980.

Diadakan di bangunan heritage, Herbal House by The Lodge yang kental dengan suasana budayanya memberikan nuansa jadul, seakan dibawa ke Bandung masa lalu.

Pameran radio antik membuat suasana Herbal House by The Lodge yang terletak di Jalan Sumur Bandung 6, kawasan Dago, Bandung, semakin jadul.

Radio Philips BIN 206 U Bung Karno yang berasal dari Belanda tahun 1950
Radio Philips BIN 206 U Bung Karno yang berasal dari Belanda tahun 1950 (TribunJabar/Putri Puspita)

Radio antik dengan gaya vintage tampak terpajang sejak pintu masuk restoran yang menghadirkan makanan dari bahan herbal ini.

Begitu memasuki ruangan utama, pengunjung bisa melihat berbagai radio dengan gaya dan buatan dari negara yang berbeda-beda.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved