Pacu Adrenalin di Jalur Off Road Sukawarna-Cikole KBB dengan Land Rover

"Jalur ini memiliki panjang kurang lebih sampai delapan kilometer, mulai dari gerbang hingga keluar di Cikole,"

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Sejumlah mobil Land Rover yang tergabung dalam Land Rover Club Bandung (LRCB) melakukan penjelajahan hutan membawa wisatawan berwisata offroad di trek Sukawana - Cikole, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (2/12 

LIBUR akhir tahun semakin dekat. Jika masih memungkinkan di tengah pandemi Covid-19, mencari liburan di alam terbuka yang bisa memacu adrenalin bisa menjadi alternatif.

Menjelajah alam dan menyusuri hutan dengan mobil terbuka untuk menaklukkan jalur-jalur ekstrim akan menjadi pilihan tepat. off road seperti ini bisa membuat suasana liburan lebih berkesan. 

Selain adrenalin terpacu yang memberikan kepuasan tersendiri, off roader pun menikmati pemandangan menakjubkan sepanjang rute yang dilalui di hutan. 

Sejumlah mobil Land Rover yang tergabung dalam Land Rover Club Bandung (LRCB) melakukan penjelajahan hutan membawa wisatawan berwisata offroad di trek Sukawana - Cikole,  Kabupaten Bandung Barat, Rabu (2/12
Sejumlah mobil Land Rover yang tergabung dalam Land Rover Club Bandung (LRCB) melakukan penjelajahan hutan membawa wisatawan berwisata offroad di trek Sukawana - Cikole, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (2/12 (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Pengalaman seperti itu bisa didapat saat melakukan wisata off road  di Sukawarna dan hutan pinus Cikole, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Di sepanjang jalur Sukawarna-Cikole, ada pemandangan menakjubkan, hutan pinus dan kebun teh yang terletak di kiri kanan jalan. 

Jalurnya merupakan jalan tanah yang bergelombang atau naik-turun, berlubang bercampur batu-batu gunung, Bahkan, beberapa titik ada yang terendam air yang mengalir dari puncak perbukitan. Biasanya, hal itu terjadi setelah hujan deras turun di sekitar daerah tersebut.

Seorang pemandu off-road, Gugun Badrun (37), mengatakan jalur off road yang dilalui biasanya mulai dari pintu masuk di Gerbang Sukawarna dan keluar di Cikole, Tangkuban Parahu.

Lintasan ini sudah menjadi jalan regular para pecinta off road yang ingin memacu adrenalin.

Sejumlah mobil Land Rover yang tergabung dalam Land Rover Club Bandung (LRCB) melakukan penjelajahan hutan membawa wisatawan berwisata offroad di trek Sukawana - Cikole,  Kabupaten Bandung Barat, Rabu (2/12/2020)
Sejumlah mobil Land Rover yang tergabung dalam Land Rover Club Bandung (LRCB) melakukan penjelajahan hutan membawa wisatawan berwisata offroad di trek Sukawana - Cikole, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (2/12/2020) (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

"Jalur ini memiliki panjang kurang lebih sampai delapan kilometer, mulai dari gerbang hingga keluar di Cikole," ujar Gugun di sela kegiatan off road beberapa waktu lalu. 

Karena bervariasi, mulai dari yang termudah hingga paling sulit, tapi tak terlalu membahayakan, jalur Sukawarna-Cikole menjadi favorit bagi yang ingin merasakan keseruan off road.

Tak heran, ucap Gugun, orang-orang dari berbagai kalangan ingin merasakan keseruan off road di sana. "Kalangan instansi, komunitas, hingga keluarga biasanya menggunakan jasa kami untuk off road," katanya. 

Kegiatan off road di wilayah ini rata-rata memakai mobil Land Rover. Mereka tergabung dalam berbagai komunitas. Khusus pengguna Land Rover, rata-rata merupakan bagian dari komunitas Land Rover Club Bandung (LRCB). 

Sejumlah mobil Land Rover yang tergabung dalam Land Rover Club Bandung (LRCB) melakukan penjelajahan hutan membawa wisatawan berwisata offroad di trek Sukawana - Cikole,  Kabupaten Bandung Barat, Rabu (2/12
Sejumlah mobil Land Rover yang tergabung dalam Land Rover Club Bandung (LRCB) melakukan penjelajahan hutan membawa wisatawan berwisata offroad di trek Sukawana - Cikole, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (2/12 (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Setiap melakukan off road, jumlah Land Rover yang berkonvoi biasanya tergantung pada kebutuhan. Saat Tribun Jabar menulis berita off road ini, ada 16 Land Rover yang digunakan.

Menurut Gugun, mengendarai mobil di trek off road sangat jauh berbeda dengan di jalan aspal biasa. Dibutuhkan keahlian khusus agar pengendara Land Rover layak membawa mobilnya ke jalur off road.

"Sangat berbeda sekali, jika di jalanan biasa, sepertinya tidak terlalu banyak tantangan. Di jalan tanah dan berbatu serta naik turun dan berlubang seperti di jalur off road ini, banyak faktor yang sangat dibutuhkan," katanya.

Beberapa faktor itu antara lain adalah kelaikan mobil, keterampilan pengendara, karakter mobil yang harus dikenali pengendara, dan karakter medan. "Jika satu saja dari poin-poin itu kurang, akan sulit (mengendarai mobil di jalur off road)," katanya. 

Mulai Hidup Lagi

OFF ROAD di Cikole menjadi satu di antara pilihan para wisatawan yang berlibur di Kota Bandung dan sekitarnya. Sejauh ini, instansi dan perusahaan-perusahaan swasta yang cukup banyak menggunakan Land Rover milik Gugun dan kawan-kawan untuk off road di sana.

Deretan Land Rover untuk wisata off road Sukawarna-Cikole
Deretan Land Rover untuk wisata off road Sukawarna-Cikole (TribunJabar/Kemal S P)

Di waktu normal, kegiatan off road biasa dilakukan tiga hingga empat kali dalam satu bulan. Mulai Maret 2020, kegiatan off road sepi. "Sejak pandemi Covid-19 memang hampir tidak ada kegiatan," kata Gugun Badrun. 

Dalam beberapa waktu terakhir, sejak berlaku adaptasi kebiasaan baru dan PSBB proporsional, kegiatan off road mulai hidup lagi. Satu hingga dua klien datang ke kelompok off road Land Rover Club Bandung (LRCB). "Sekarang lumayan ada dua tiga kali kegiatan (off road) dalam satu bulan," katanya.

Sebanyak kurang lebih 170 anggota LRCB biasa melayani jasa berwisata offroad di trek kawasan Bandung Raya dengan harga sewa Rp 1,3 juta sampai Rp 1,8 juta bergantung trek dan tempat penjemputan. (kemal setia permana/gani kurniawan)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved