Penyandang Disabilitas Majalengka Menyulap Bambu Jadi Kerajinan, Dijual Online dan di Objek Wisata

Nanti hasil kerajinan yang mereka buat di desa itu, sekaligus bisa dipasarkan di lokasi wisata yang saat ini sedang dibangun di Desa Bayureja

Tribun Jabar/Eki Yulianto
Para penyandang disabilitas sedang mengerjakan kerajinan limbah bambu di Jalan Margatapa, Majalengka. 

KETERBATASAN fisik tampaknya bukanlah menjadi penghalang untuk berkreasi dalam menghasilkan karya bernilai ekonomis. Beragam hasil karya berupa gelas, teko, tempat tisu, asbak, pesawat, dan miniatur sepeda, serta kerajinan lainnya yang terbuat dari bambu bernilai ekonomis tersebut, mampu dihasilkan oleh para penyandang disabilitas di Majalengka.

Seorang penyandang disabilitas, Hendri Indra Gumilar (50), mengatakan sejak seminggu terakhir, dirinya bersama para difabel lainnya melakukan kegiatan pelatihan kerajinan bambu.

Hal itu dilakukan, demi mengisi kekosongan waktu yang saat ini dinilai sulit untuk mendapatkan penghasilan sehari-hari.

Penyandang disabilitas sedang mengerjakankerajinan limbah bambu di Jalan Margatapa, Majalengka.
Penyandang disabilitas sedang mengerjakankerajinan limbah bambu di Jalan Margatapa, Majalengka. (Tribun Jabar/Eki Yulianto)

"Kegiatan ini juga sebagai rangkaian Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember. Hari Disabilitas ini bagi kami sangat berarti, sehingga harus bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat," ujar Hendri saat ditemui di rumahnya di Jalan Margatapa, Majalengka, Kamis (3/12).

Ia menjelaskan, dalam pelatihan kerajinan dari limbah bambu ini, ia bersama 20 para penyandang disabilitas lainnya sudah berhasil menghasilkan berbagai macam karya yang bernilai ekonomis.

"Ini juga sebagai bukti bahwa kami para penyandang disabilitas meski memiliki keterbatasan fisik tetapi bisa berkarya seperti orang pada umumnya," ucapnya.

Menurut dia, rencananya hasil kerajinan tersebut akan dipasarkan secara daring (online) maupun dijual langsung ke pasar-pasar tradisional dan modern. Harganya pun nanti bakal bervariasi, bergantung tingkat kesulitan kerajian yang dibuat.

Hendri berharap, pelatihan yang digelar bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Majalengka ini akan terus berkelanjutan. "Sehingga, kami sebagai warga berkebutuhan khusus bisa terus berkarya dan keahlian ini bisa menjadi sumber penghasilan mereka,” kata dia.

Dandim 0617 Majalengka, Letkol Inf Andik Siswanto, menambahkan TNI sangat mengapresiasi dan akan terus membantu pada penyandang disabilitas ini untuk terus berkarya. Salah satunya memberikan bantuan modal bahan dasar limbah bambu untuk dijadikan karya yang kreatif.

Kerajinan limbah bambu karya para penyandang disabilitas di Jalan Margatapa, Majalengka
Kerajinan limbah bambu karya para penyandang disabilitas di Jalan Margatapa, Majalengka (Tribun Jabar/Eki Yulianto)

Dandim menjelaskan, bahwa gagasan dan ide kreatif yang dilakukan dirinya itu, berawal saat ia melihat potensi yang bisa dikembangkan di Desa Bayureja, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, di mana di desa tersebut banyak ditemukan pohon bambu.

"Sehingga, kami berpikir bagaimana potensi yang ada di Desa Bayureja ini bisa dimanfaatkan dan juga bisa sekaligus memberdanyakan kaum difabel yang ada di Kabupaten Majalengka," ujar Andik.

Menurut Dandim, Desa Bayureja juga merupakan lokasi yang dijadikan tempat penanaman Sereh Wangi yang merupakan program unggulan Kodim 0617/Majalengka. Melalui program ‘Sereh Wangi Sugih Mukti', kata dia, TNI ingin meningkatkan perekonomian masyarakat setempat di bidang pertanian.

Namun, ke depannya Desa Bayureja sendiri juga akan dijadikan tempat pariwisata.

"Intinya, kami ingin memberdayakan mereka (para difabel) agar bisa lebih produktif. Nanti hasil kerajinan yang mereka buat di desa itu, sekaligus bisa dipasarkan di lokasi wisata yang saat ini sedang dibangun di Desa Bayureja," katanya.

Para penyandang disabilitas sedang mengerjakan kerajinan limbah bambu di Jalan Margatapa, Majalengka.
Para penyandang disabilitas sedang mengerjakan kerajinan limbah bambu di Jalan Margatapa, Majalengka. (Tribun Jabar/Eki Yulianto)

Selain itu, menurut Dandim, bahwa program tersebut, juga sekaligus untuk mewujudkan program UMKM, yakni dengan konsep 'Desa Mandiri Raharja'. "Kami berharap agar usaha yang dilakoni para difabel tersebut dapat berjalan dengan lancar," harapnya. (tribunjabar/eki yulianto)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved