Wisata Alam Kabupaten Bandung

Pesona Hutan Mati di Timur Gunung Puntang Pegunungan Malabar, Jadi Lintasan Hiking dan Motorcross

"Itu sebenarnya bukan pohon yang mati, tapi pohon yang meranggas saat musim kemarau.

TribunJabar/Mega Nugraha
Hutan Mati di Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari atau sebelah timur objek wisata Gunung Puntang. 

PEGUNUNGAN Malabar di Kabupaten Bandung, jika dilihat dari Kota Bandung, tampak bagai benteng yang berjajar dari barat ke timur.

Sebagai pegunungan, Malabar memiliki sejumlah puncak yaitu Puncak Malabar, Mega, Puntang, dan Haruman. Puncak paling tinggi adalah Puncak Malabar yakni 2,343 mdpl.

Gunung Puntang menjadi salah satu objek wisata favorit warga. Selama ini gunung itu kerap digunakan jadi bumi perkemahan.

Di antara banyak pesona gunung ini, hutan mati jadi pemandangan eksotis.

Hutan Mati Malabar di Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari atau sebelah timur objek wisata Gunung Puntang.
Hutan Mati Malabar di Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari atau sebelah timur objek wisata Gunung Puntang. (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Lokasi hutan mati ini berada sekitar Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari atau sebelah timur objek wisata Gunung Puntang. Catatan Tribun, di aplikasi pengukur ketinggian, ketinggiannya berada di 1,439 mdpl.

Di satu sudut lainnya, bisa mencapai sekitar 1500-an mdpl.

Menurut pantauan Tribun belum lama ini, hutan mati ini dipenuhi banyak pohon menjulang namun tampak tidak ada daun sama sekali.

Deretan batang dan dahan pohon menjulang. Saat kabut turun, suasananya tampak terasa eksotis.

Ada jalan setapak di sekitar lokasi yang biasa digunakan warga dari perkampungan terakhir untuk ke ladang, mencari rumput hingga mencari sumber air.

Hutan Mati di Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari atau sebelah timur objek wisata Gunung Puntang.
Hutan Mati di Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari atau sebelah timur objek wisata Gunung Puntang. (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Meski begitu, Perhutani memasang spanduk berisi larangan pembukaan lahan di sejumlah tempat di kawasan tersebut karena hutan berstatus hutan lindung.

‎Belakangan diketahui, kawasan itu berada di bawah kewenangan KPH Perhutani Bandung Selatan.

Sebenarnya tidak ada penamaan baku hutan mati untuk lokasi tersebut.

"Sebenarnya namanya petak 3 F. Sebutan dari Perhutani untuk penamaannya," ucap Administratur Perhutani KPH Bandung Selatan, Tedi Sumarto kepada Tribun.

‎Ia mengatakan, deretan pohon yang terlihat mati hanya menyisakan batang, dahan dan ranting itu merupakan pohon yang meranggas saat musim kemarau.

"Itu sebenarnya bukan pohon yang mati, tapi pohon yang meranggas saat musim kemarau. Saat masuk musim hujan, daun-daunnya bakal tumbuh lagi, ucap Tedy.

Lokasinya yang berada di sebelah timur Gunung Puntang, dengan jalur jalan kaki, bisa tembus ke Danau Cimeuhmal di sebelah barat. Ke sebelah barat lagi, bisa masuk ke objek wisata Hutan Pinus Wangun.

Kemudian, lebih ke barat lagi, dengan jalur jalan kaki, bisa masuk ke objek wisata Gunung Puntang.

Sejumlah warga di sekitar Desa Mekarjaya menyebut jalur tersebut biasa digunakan ‎untuk wisata hiking dan motorcross.

"Selama ini suka dilewati wisatawan yang jalan kaki, berkemah mau ke Puntang. Selain itu dilalui pemotor cross," ujar Didi Mahfudi (50), warga sekitar Desa Mekarjaya.

Untuk para pemotor cross, biasanya ditarif Rp 10 ribu saat memasuki portal masuk. Uang Rp 10 ribu itu, kata dia, digunakan untuk perawatan lingkungan di sekitar hutan tersebut. (tribunjabar/mega nugraha)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved