Masjid Al Majid di Baleendah Kerap Jadi Tempat Manasik Haji, Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Religi

"Dulu memang bentuknya seperti masjid biasa saja, tetapi memang masjid tersebut sudah cukup lama berdiri, sekitar tahun 1990"

Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Masjid Al Majid di Jalan H Mulya, Kampung Kawung Sari, Kelurahan Warga Mekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung 

Karena bentuknya yang memang mirip dengan Ka'bah Masjidil Haram, masjid ini pun kerap menjad tempat manasik oleh sejumlah penyelenggara ibadah haji dan umrah dari sejumlah daerah seperti dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, bahkan beberapa kali dari luar Jabar seperti Jakarta.

Menurut Yanyan Badruzzaman, pada bulan-bulan tertentu, rombongan manasik haji kerap berdatangan dari sejumlah daerah.
Mereka merupakan rombongan yang dibawa oleh grup tour & travel haji dan umrah yang sengaja memilih Masjid al Majid sebagai tempat manasik.

"Biasanya manasik itu ramai pada bulan Maulud, Rajab, Syawal," ujar Yanyan.

Yanyan mengatakan jumlah rombongan umrah yang ingin bermanasik di Masjid al Majid tahun ini memang belum sebanyak tahun sebelumnya.

Pandemi Covid-19 membuat penyelenggaraan haji dan umrah ditiadakan dan ditutup oleh Pemerintah Arab Saudi tahun ini.

Dampaknya, kegiatan manasik di Masjid Al Majid sementara pun tidak ada. Namun, warga yang penasaran soal masjid ini masih kerap berdatangan. 

Baca juga: Memandang Situ Sipatahunan, Danau Buatan di Baleendah yang Memanjakan Mata dan Asri

Menurut Yanyan, orang-orang baru memang sengaja datang ke Masjid al Majid lantaran penasaran dari berita dan cerita tentang "Ka'bah" Baleendah ini. "Ada beberapa kali orang-orang yang sengaja datang unutk berfoto di sini," katanya.

Tidak hanya itu, kata Yanyan, bahkan sejumlah "wisatawan" lokal yang sedang bersepeda pun kerap melintas di Jalan H Mulya hanya untuk melihat masjid unik tersebut. Biasanya, kata dia, mereka akan langsung berfoto-foto di depan masjid.

Potensi Masjid al Majdi untuk menjadi destinasi wisata Baleendah cukup terbuka. Selain mengandalkan kehadiran "Ka'bah" yang unik dan menyita perhatian, di kawasan masjid ini juga ada perusahaan tour & travel yang bisa menjalin kerja sama wisata, baik reguler maupun religi, dengan pihak luar.

"Memang belum terpikirkan ke sana (jadi tempat destinasi wisata) karena memang masjid ini adalah milik keluarga dan sejauh ini dimanfaatkan oleh para santri di Pondok Aisyah yang masih satu kompleks dengan masjid ini," katanya. (tribunjabar/kemal setia permana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved