Main Ayunan, Terapi Ikan, Naik Perahu, atau Berenang di Talaga Cicerem, Ikan-ikan Terlihat Jelas

Ia pun rela membayar Rp 20 ribu untuk spot foto ayunan selama 5 menit. "Rasanya gimana gitu, kalau ke sini enggak difoto di sana," ujarnya

Tribun Jabar/Ahmad Ripai
Spot foto yang ramai dikunjungi di Telaga Cicerem, Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan 

WISATA air Talaga Cicerem di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kuningan, tak pernah sepi pengunjung, baik warga Kuningan atau dari daerah-daerah lain.

Tempat wisata ini memang punya daya tarik tersendiri. "Area parkirnya luas, udaranya masih sejuk," kata Wulan (35), warga Cirebon, saat ditemui di Talaga Cicerem, Jum'at (20/11).

Wulan mengaku tak bosan berwisata ke daerah Kuningan utara ini. "Sebab selain dekat dari Cirebon, tempatnya memang bikin nyaman dan banyak spot foto bagus," katanya.

spot foto  di Telaga Cicerem, Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan
spot foto di Telaga Cicerem, Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan (Tribun Jabar/Ahmad Ripai)

Menurutnya, wajar Talaga Cicerem sangat populer di media sosial. "Awalnya penasaran lihat banyak postingan Talaga Cicerem dan memaksakan datang ke sini. Sekarang sudah enam kali datang dan menghabiskan waktu liburan kaya gini," ujarnya.

Wulan terpikat pada rimbunnya pepohonan dan keindahan danau yang air "berwarna biru" ketika langit cerah.

"Kejernihan airnya membuat siapa pun bisa melihat jelas ikan-ikan di danau. Saking jernihnya, banyak yang menyebut air di Talaga Biru Cicerem ini sebening kaca, coba saja lihat langsung," katanya.

kolam terapi ikan di Telaga Cicerem, Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan
kolam terapi ikan di Telaga Cicerem, Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan (Tribun Jabar/Ahmad Ripai)

Selain lingkungan alam, di Talaga Cicerem juga terdapat satu ikon yang menjadi magnet bagi wisatawan. "Setiap ke sini, saya berfoto di ayunan yang tergantung di pohon tepat di atas danau," katanya.

Ia pun rela membayar Rp 20 ribu untuk spot foto ayunan selama lima menit. "Tapi saya puas. Rasa gimana gitu, kalau ke sini enggak difoto di sana," ujarnya.

Ia juga biasa berfoto berlatar rangkaian bunga berbentuk "hati".

Talaga Cicerem dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kaduela. Semua orang yang bekerja dan berjualan di lokasi itu adalah warga asli Desa Kaduela.

spot foto ayunan di Telaga Cicerem, Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan
spot foto ayunan di Telaga Cicerem, Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan (Tribun Jabar/Ahmad Ripai)

Iim Ibrahim (43), Direktur BUMDes Kaduela, mengatakan wisata tersebut dirintis 10 tahun lalu.

"Baru satu tahun terakhir ini Talaga Biru Cicerem mulai banyak dikenal wisatawan dari berbagai daerah bahkan hingga mancanegara," katanya.

Menurutnya, mayoritas wisatawan dari daerah sekitar Kuningan. "Pengunjung kebanyakan dari Majalengka, Kuningan, Indramayu, Cirebon. Banyak juga dari Surabaya, Bandung, Ciamis, dan Tasikmalaya. Ada juga dari luar negeri, tapi baru beberapa," kata Iim.

Telaga Cicerem, Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan
Telaga Cicerem, Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan (Tribun Jabar/Ahmad Ripai)

Selain ayunan yang menjadi spot favorit pengunjung, di tempat wisata seluas tiga hektare ini, ada fasilitas lainnya yang bisa membuat pengunjung betah berlama-lama.

"Ada wahana perahu karet dan perahu bebek, kolam terapi ikan, gazebo, hingga panggung hiburan musik serta coffee shop," katanya.

Pengunjung pun diperbolehkan berenang. "Area berenang telah ditentukan mengingat kedalaman danau ini mencapai 18 meter," katanya.

Menurut Iim, saking populernya Talaga Biru Cicerem, jumlah pengunjung pada akhir pekan atau hari libur bisa mencapai lebih dari 1.000. (tribunjabar/ahmad ripai)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved