Penjual Sepeda Bekas di Rancaekek Ini Juga Buka Bengkel, Konsumennya Meningkat Saat Pandemi

Akhirnya Indra menyewa tempat untuk membuka bengkel sepeda yang tepat berada di seberang Apotek Dangdeur

Tribun jabar/job2-dika nurhuda ramadhan
penjual sepeda bekas di jalan raya Rancaekek – Majalaya Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. 

PERTENGAHAN Februari 2020 Indonesia dilanda pandemi virus corona sehingga membuat perekonomian kian lesu. Banyak usaha yang tumbang dan kalaupun bertahan harus melangkah terseok-seok.

Namun demikian ada pengusaha yang tetap bertahan malah meraih untung. Seperti Indra Dwi Ramdani (27) yang merupakan pemilik bengkel sepeda sekaligus penjual sepeda bekas di jalan raya Rancaekek–Majalaya, Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

“ Awal mula saya membuka bengkel sepeda loak ini hanya ikut kakak saya yang sudah hampir 12 tahun bbuka bengkel sepeda. Saya belajar dari pengalaman dan membuka lah bengkel sepeda loak ini.  Kalau saya sih udah sekitar 2 tahun membuka bengkel ini”ujarnya.

penjual sepeda bekas di jalan raya Rancaekek – Majalaya Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.
penjual sepeda bekas di jalan raya Rancaekek – Majalaya Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. (TribunJabar/job2- dika nurhuda ramadhan)

Selain menjual sepeda bekas, ia pun memperbaiki sepeda dan menjual aksesori sepeda. Ia pun menjual cat semprot dan sparepart sepeda seperti gir sepeda, rem sepeda, dan masih banyak yang lainnya.

 “Saya juga biasanya menerima perbaikan sepeda atau pengecatan ulang sepeda,” ujarnya.

Untuk menerima penjualan sepeda bekas biasanya ia melihat stok sepeda bekas yang dipajangnya. "Kalau masih penuh saya bisa tolak dulu tapi kalau kosong biasanya baru saya terima,” kata Indra

penjual sepeda bekas di jalan raya Rancaekek – Majalaya Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.
penjual sepeda bekas di jalan raya Rancaekek – Majalaya Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. (Tribun jabar/job2-dika nurhuda ramadhan)

Mulanya ia sering berpindah tempat karena dirazia Satpol PP lantaran berjualan sepeda bekas di tepi jalan. Akhirnya Indra menyewa tempat untuk membuka bengkel sepeda yang tepat berada di seberang Apotek Dangdeur.

Sebelum pandemi dalam sehari ia bisa mendapat omzet Rp 100.000 hingga Rp 300.000. Dari omzet itu pun ia sisihkan untuk biaya sewa tempat bengkel sepeda yang yang tarif sewanya Rp 500.000 per bulan.

Setelah pandemi ternyata omzetnya meningkat 50 persen. Saat ini ia meraih omzet sekitar Rp 500.000 per bulan.

bengkel sepeda di jalan raya Rancaekek – Majalaya Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.
bengkel sepeda di jalan raya Rancaekek – Majalaya Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. (Tribun jabar/job2-dika nurhuda ramadhan)

Pandemi virus corona ini selamanya tidak membawa dampak yang negatif akan tetapi ada dampak positif yang dihasilkannya, seperti pengusaha bengkel sepeda loak yang meraup keuntungan dengan hadirnya pandemi ini. ( Job 2/ Dika Nurhuda Ramadhan )

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved