Seporsi Kupat Tahu Singaparna yang Lezat Mengenyangkan di Depan Kecamatan Rancaekek

Kupat tahu dengan rasa gurih lezat ini memang pas untuk sarapan pagi. Seporsi kupat tahu buatan Alex cukup mengenyangkan sebagai energi di pagi hari.

Tribun Jabar/job2- Dika Nurhuda Ramadhan
Alex, penjual kupat tahu Singaparna di depan kantor Kecamatan Rancaekek 

KUPAT TAHU Singaparna dari Kabupaten Tasikmalaya sudah tersohor ke seantero Nusantara. Makanan yang terdiri dari beberapa potongan lontong, tahu, dan tauge ini dibalut bumbu kacang yang disiramkan di atasnya dan juga diberikan kerupuk.

Di Indonesia sebenarnya ada beberapa jenis kupat tahu, seperti Kupat tahu Padalarang, Tasikmalayua, dan Surakarta (Solo), dan Magelang. Perbedaannya terletak pada bumbu dan pelengkap, jika pada versi Magelang dan Solo terdapat irisan kol dan bakwan, mi, dan tahu putih seperti versi Magelang pada versi Solo, tetapi pada versi Singaparna terdapat tauge yang telah direbus serta tahu kuning.

Adapun kupat tahu Padalarang tidak menggunakan bumbu kacang melainkan kuah merah yang terbuat dari campuran santan, cabai merah, bawang merah, bawang putih, gula, dan garam. Kuah merah itu disiramkan ke potongan lontong, tahu kuning goreng,dan bihun.

Kupat tahu Singaparna di depan Kantor Kecamatan Rancaekek
Kupat tahu Singaparna di depan Kantor Kecamatan Rancaekek (Tribun Jabar/job2- Dika Nurhuda Ramdhan)

Kupat Tahu Singaparna ini banyak dijumpai di daerah Rancaekek Kabupaten Bandung. Di jalan raya Rancaekek–Majalaya, kuliner ini dapat ditemukan di depan kantor Kecamatan Rancaekek.

Alex, penjual kupat tahu di depan Kantor Kecamatan Rancaekek sudah berjualan 5 tahun di sana. Ia pun merupakan putra asli Singaparna yang mencoba peruntungan usaha dengan berjualan kupat tahu khas Singaparna tersebut.

Kupat tahu dengan rasa gurih lezat ini memang pas untuk sarapan pagi. Seporsi kupat tahu buatan Alex cukup mengenyangkan sebagai energi di pagi hari.

Lelaki berusia 44 tahun ini rela merantau ke Bandung untuk mengembangkan usaha kupat tahu warisan dari ayahnya yang sempat berjualan di Tasikmalaya. Ia pun sudah memiliki cabang di sekitaran Pasar Wahana karya yang dikelola oleh kakaknya.

Alex pun sudah memiliki dua anak yang masih duduk di bangku sekolah, anak pertama nya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama atau SMP dan yang kedua duduk di bangku sekolah dasar yang ada di daerah Padalarang dan tinggal bersama istrinya.

Alex, penjual kupat tahu Singaparna di depan Kantor Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung
Alex, penjual kupat tahu Singaparna di depan Kantor Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung (Tribun Jabar/job2- Dika Nurhuda Ramadhan)

“ Ya sebenarnya saya ke Bandung bukan hanya mengikuti istri yang tinggal di sini, tapi saya juga coba mengembangkan usaha kupat tahu ini di sini yang memang warisan dari ayah saya,“ ujarnya.

Dari hasil berjualan kupat tahu, omzet yang diraihnya per hari cukup untuk modal untuk menghidupi keluarganya serta modal berjualan keesokan harinya karena ia bisa meraup omzet Rp 100.000 hingga Rp 300.000.

“ Saya biasanya buka dari pukul 06.00 sampai 09.00, selepas itu mah giliran yang lainnya.Ya kalau lagi bagus biasanya saya bisa ngehasilin Rp 600.000.”

Selain berjualan kupat tahu bapak 2 anak ini pun memiliki keahlian lain yaitu menjadi tukang pijat panggilan. Namun jadi tukang pijat panggilan hanya pekerjaan selingan saja apabila ada orang yang menyuruh saja. (tribunjabar/job 2-Dika Nurhuda Ramadhan )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved