Ciater Dibidik Jadi Ekowisata Memesona, Emil Ajak Investor Kembangkan Wisata Alam

“Khas daerah Jabar itu adalah air terjun. Saya sudah hitung, ada sekitar 400 air terjun se-Jabar. Di daerah Ciater, ada dua air terjun".

TribunJabar/Nandri Prilatama
Objek wisata Sari Ater di Ciater, Subang 

TIDAK hanya terkenal dengan nanas dan pemandian air panas, Ciater di Kabupaten Subang menyimpan pemandangan alam memesona. Hamparan kebun teh dan bukit dapat memanjakan mata, tak terkecuali Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Emil, sapaan Ridwan Kamil, mengatakan, pemandian air panas memang menjadi daya tarik dari Ciater. Namun, wisata air berupa air terjun dan pemandangan alam menyempurnakan Ciater sebagai kawasan destinasi wisata.

“Ciater kelebihannya itu memiliki banyak sumber air panas. Ternyata baru ditemukan sumber air panas lainnya di Ciater,” kata Emil saat meninjau kawasan perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII di Ciater, Kabupaten Subang, Sabtu (14/11).

“Khas daerah Jabar itu adalah air terjun. Saya sudah hitung, ada sekitar 400 air terjun se-Jabar. Di daerah Ciater, ada dua air terjun,” ujar Wali Kota Bandung periode 2013-2018 ini.

Objek wisata Sari Ater di  Ciater, Subang
Objek wisata Sari Ater di Ciater, Subang (TribunJabar/Nandri Prilatama)

Dengan pemandangan alam yang memesona, Ciater dapat menyajikan konsep sport tourism yang dapat memacu adrenalin. Syaratnya, fasilitasnya harus komplet seperti flying fox dan paralayang.

“Selama dia berbentuk bukit, bisa diimajinasikan untuk spot-spot yang membutuhkan ketinggian, ada paralayang, seluncuran, dan lainnya,” ucap Emil.

Guna menjadikan Ciater sebagai destinasi wisata menarik di Jabar, Emil intens berkomunikasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Komunikasi dilakukan untuk membahas kerja sama dalam mengembangkan Ciater menjadi ekowisata yang memesona. Ekowisata merupakan kawasan wisata yang tidak mengubah fungsi lingkungan sekitar.

“Saya sudah setahun memotivasi Perhutani, PTPN, PT RNI (Rajawali Nusantara Indonesia), semua aset-aset negara yang punya kekuatan view alam yang indah untuk dikerjasamakan tanpa mengubah fungsi lahan, yaitu melalui ekowisata. Jadi, artinya orang bisa senang, ada ekonomi, tapi tetap berkebun, dan hal-hal lainnya,” kata Emil.

“Jabar ini sangat indah. Pasca Covid-19, pariwisata di Jabar bangkit lebih dulu karena tidak mengandalkan travel dari udara. Jadi mengandalkan mobil, motor, atau kendaraan darat lainnya,” ujar Gubernur.

Puluhan Proyek Dilelang

Ridwan Kamil mengatakan, untuk mengembangkan Ciater akan menawarkan proyek Ciater Agrotourism dalam West Java Investment Summit (WJIS) 2020 pada 16 November sampai 19 November 2020. Sedangkan Owner Project Ciater Agrotourism adalah PTPN VIII.

WJIS 2020 merupakan forum investasi yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha dan investor untuk berdiskusi mengenai berbagai hal teknis terkait proyek investasi di Jabar.

Pemandian Air Panas Sari Ater Subang
Pemandian Air Panas Sari Ater Subang (Istimewa)

“Saya mengundang para investor untuk hadir dalam West Java Investment Summit, tanda kebangkitan pemulihan ekonomi Jabar. Ada puluhan program, proyek yang akan dilelang, terdiri dari energi, konstruksi, termasuk pariwisata,” ucapnya.

Ia berharap WJIS 2020 dapat menjaring minat investor untuk berinvestasi di Jabar. Investasi merupakan mesin yang dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi.

“Di WJIS adalah salah satu dari sekian puluh peluang investasi yang akan dilelang, kebetulan saya ingin lihat sendiri potensi-potensinya. Dan saya yakin pasca-investment summit, di 2021, 2022, ekonomi Jabar bisa melompat, gabung dengan Rebana Metropolitan,” katanya. (tribunjabar/muhamad syarif abdussalam)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved