Pemkab Ciamis Kembangkan 144 Objek Wisata untuk Menarik Minat Wisatawan Datang ke Tanah Galuh

“Dari 144 titik objek wisata baru tersebut sebagian besar merupakan objek wisata alam yang ada di tingkat desa".

Editor: Adityas Annas Azhari
TribunJabar/Andri M Dani
Dua bus Ciamis Kopi dalam Bis (Cikobis) yang diresmikan operasionalnya oleh Bupati Ciamis di halaman Pendopo Gedung Negara Ciamis, Senin (12/10) sore 

SETELAH Pangandaran memisahkan diri dari induknya,Kabupaten Ciamis, belasan objek wisata unggulan Ciamis hilang.

Kini Ciamis terus menggali potensi objek wisata baru sembari mengoptimalkan objek wisata unggulan yang sudah lama ada seperti Situ Lengkong Panjalu, Situs Astana Gede Kawali, maupun Situs Galuh Karangkamulyaan.

Ada sekitar 144 potensi wisata baru yang terus digali dan diangkat potensinya, terlebih selama masa pendemi ini.

Prasasti tulis peninggalan Kerajaan Galuh di Astana Gede Kawali, Ciamis
Prasasti tulis peninggalan Kerajaan Galuh di Astana Gede Kawali, Ciamis (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

“Dari 144 titik objek wisata baru tersebut sebagian besar merupakan objek wisata alam yang ada di tingkat desa.  Objek wisata pemula seperti curug, situ, puncak, maupun aliran sungai. Juga objek wisata buatan, seperti tempat-tempat spot selfie,” ucap Kepala Dinas Pariwisata Ciamis, Dr H Wasdi Msi kepada Tribun, Kamis (12/11/2020).

Ratusan objek wisata baru tersebut dikelola tingkat desa yang akan dikembangkan jadi desa wisata. Dan pengelolaannya diatur dengan Peraturan Desa.

Sudah ada 23 desa yang sudah membentuk kelompok pengelola objek wisata desa  yang telah dikukuhkan dengan SK Bupati.

Salah satu contoh adalah Desa Situ Mandala, Rancah dengan potensi wisata alam Puncak Bangku dan Puncak Pisbun yang panorama alamnya indah memesona bagai negeri di atas awan.

Seorang model menunjukkan kemasan kopi dalam bus Cikobos yang diresmikan, di Pelataran Pendopo Ciamis, Senin (12/10/2020)
Seorang model menunjukkan kemasan kopi dalam bus Cikobos yang diresmikan, di Pelataran Pendopo Ciamis, Senin (12/10/2020) (TribunJabar/Andri M Dani)

Pengelolaan potensi wisata di tingkat desa ini sangat memungkinkan, terlebih adanya dukungan regulasi dari Kemendes yang membolehkan penggunaan dana desa (DD) untuk pengembangan objek wisata tingkat desa.

objek wisata tingkat desa tersebut sangat berpotensi  untuk dikembangkan guna menarik wisatawan, kata H Wasdi, bukan tak mungkin bisa melibatkan investor atau kerja sama pengelolaan dengan Pemkab Ciamis .

Salah satu objek wisata desa yang sangat mungkin dikembangkan adalah Curug Gumawang dan Kampung Madu di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar.

Pengembangan ratusan objek wisata baru tersebut adalah bagian dari peningkatan pertumbuhan dan peluang ekonomi di tingkat desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat  (tribunjabar/andri m dani)     

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved