Belajar Naik Pesawat Terbang di Objek Wisata J&J Kuningan, Harga Tiketnya Murah

"jadi anak-anak tak hanya diberi edukasi soal tawaf saja tapi dari awal dia berangkat ke Arab Saudi itu naik pesawat"

Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Kokpit Fokker 100 di objek wisata J&J Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. 

PESAWAT Fokker 100 terparkir di area wisata J&J di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, ternyata bukan semata untuk memanjakan pengunjung atau wisatawan yang datang.

Pesawat yang diproduksi tahun 1986 di Belanda ini sengaja dihadirkan sebagai sarana edukasi bagi calon jamaah haji maupun umrah serta bagi anak-anak.

Pemilik Objek Wisata J&J Kuningan, H Kiki Al Farizi (50),kepada Tribun pekan lalu  menjelaskan,  ide awal mendatangkan pesawat itu sebagai sarana edukasi karena tidak semua calon jamaah haji maupun umrah mempunyai pengalaman naik pesawat.

Pesawat Fokker 100 di objek wisata J&J Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
Pesawat Fokker 100 di objek wisata J&J Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. (Tribun Jabar/Ahmad Ripai)

Selain pesawat, kata Kiki, pihak wisata J&J juga menyediakan pramugari dan petugas lainnya yang berasal dari salah satu sekolah penerbangan di Kabupaten Kuningan.

“Para pramugari itu nantinya akan memeragakan cara menggunakan sabuk pengaman, cara tayamum hingga cara salat di dalam pesawat,” katanya.

Selain itu para calon jamaah haji maupun umrah juga akan diberi tahu langkah-langkah saat memasuki bandara. "Di dalam pesawat edukasinya ada safety demo,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya bahwa pra pandemic covid-19 melanda, kontan banyak travel agent dari Majalengka, Cirebon dan terutama wilayah Kuningan sendiri datang membawa calon jamaah haji maupun umrah.

Helikopter BO 105 di  objek wisata J&J Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan
Helikopter BO 105 di objek wisata J&J Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan (Tribun Jabar/Ahmad Ripai)

Menurutnya penting bagi calon jamaah haji maupun umrah dan anak-anak untuk mendapat edukasi dari hal yang paling awal dilakukan sebelum berangkat ke tanah suci yakni menaiki pesawat.

"Terpikir soal pesawat ini dari pengalaman, jadi anak-anak tidak hanya diberi edukasi soal tawaf saja  tapi dari awal dia berangkat ke Arab Saudi itu naik pesawat," katanya.

Untuk harga tiket masuk ke wisata dirgantara J&J ini juga tergolong sangat murah. Setiap pengunjung hanya perlu membayar Rp 8 ribu.

Selain pesawat Fokker 100, di wisata J&J ini juga terdapat helikopter BO 105,  taman satwa dengan binatang  seperti ular, burung, dan ikan, serta kolam renang.  Tentu saja di J&J ini terdapat rumah makan dengan menu-menu lezat. (tribuncirebon/ahmad ripai)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved