Memancing di Pemancingan Rineh di Kaki Gunung Manglayang, Sejuk, Tenang, dan Asri

"Untuk pancingan itu beda-beda. Ada ukurannya masing-masing. Jadi beda ikan beda kailnya dan benangnya. Saya suka membuat sendiri daripada harus beli"

Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar/job1-rodia fauziawati
Agus Wahidiat (62) memancing di kolam yang dimiliki dan dikelolanya di Jalan Desa Cipadung, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. 

PEMANCINGAN Rineh di kaki Gunung Manglayang menyediakan berbagai macam ikan siap dipancing.

Pemancingan nan asri yang berada di Jalan Desa Cipadung RT 01/RW14, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung ini memiliki enam kolam dengan berbagai macam ukuran.

Dalam kolam-kolam itu tersedia ikan bawal, ikan mas, dan ikan mujaer.

"Terkadang kalau orang-orang habis mancing, termasuk saya suka dimasukin ke kolam kecil. Kadang kalau makan tinggal ambil, tapi banyak juga yang suka beli. Ibu-ibu biasanya suka datang ke sini beli ikan hasil pancing. Karena umpannya juga ga pakai yang aneh-aneh, jadi aman aja buat dikonsumsi," kata Agus Wahidiat (62), pemilik sekaligus pengelola pemancingan.

Pemancingan Rineh di Jalan Desa Cipadung, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.
Pemancingan Rineh di Jalan Desa Cipadung, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. (Tribun Jabar/job1-rodia fauziawati)

Agus memang hobi memancing, setelah pensiun ia bersama istrinya, Roslinda (58), yang juga gemar memancing dan memasak. Roslinda adalah seorang guru yang masih mengajar di sekolah menengah pertama negeri yang berada di Kota Bandung.

Agus menggeluti dunia perikanan sejak 1987. Ia berpengalaman memancing di berbagai tempat mulai dari laut, danau, sungai, dan berbagai tempat pemancingan.

Ayah dari lima anak ini biasanya menggunakan umpan pelet, potongan tuna, atau kroto untuk memancing.

"Untuk pancingan itu beda-beda. Ada ukurannya masing-masing. Jadi beda ikan beda kailnya dan benangnya. Saya suka membuat sendiri daripada harus membeli. Soalnya lebih gampang menyesuaikannya, daripada yang beli." ujar Agus di rumahnya (07/11/2020)

Pemancingan Rineh yang dikelolanya ini begitu enak untuk dinikmati. Sambil memancing di sini pun ada kantin yang menyediakan makanan, dan minuman.

Pemancingan ini pertama kali dibuka pada 2009. Diawali dengan pemancingan dengan ikan lele, yang dalam memancingnya menggunakan metode galatama.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved