Ini Dia Tren Kebutuhan Kosmetik Selama Masa Pandemi Covid-19

"Tren barunya yaitu kebutuhan personal care seperti women fragrance, skin care, body care, dan make up,"

istimewa
Ratu Omaya, Public Relations and Community Manager The Body Shop® Indonesia 

DI masa pandemi banyak beauty addict atau orang-orang yang senang dengan perawatan kecantikan memiliki gaya hidup baru.

Jika biasanya penggunaan kosmetik rajin digunakan karena lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, saat ada pandemi harus berubah.

Kebutuhan perawatan kecantikan dan kesehatan kulit pun berubah, meskipun penggunaannya tentu tidak sesering keadaan normal.

Perubahan hal ini juga dirasakan oleh The Body Shop Indonesia. Dalam jumpa pers virtual, Semua Peduli Semua Terlindungi Sahkan RUU PKS, CEO The Body Shop® Indonesia, Aryo Widiwardhono menjelaskan perubahan ini.

outlet The Body Shop
outlet The Body Shop (Istimewa)

Aryo mengatakan The Body Shop beruntung karena kecantikan masih dibutuhkan oleh pelanggan meskipun saat ini lebih banyak melakukan aktivitas di rumah.

"Tutupnya toko dan jam buka mall yang terbatas, tentu mengganggu performa bisnis. Tapi Body Shop ini menjadi one stop shopping karena menyediakan kebutuhan dari ujung rambut hingga ujung kaki," ujarnya.

Meskipun penjualan tentu terkena dampaknya, namun kata Aryo, dalam kondisi pandemi ini juga, The Body Shop Indonesia tidak mengurangi karyawan dan masih memberikan hak karyawan tahun ini.

Adanya perubahan para pelanggan ini, membuat munculnya trend baru dalam penggunaan kosmetik.

"Tren barunya yaitu kebutuhan personal care seperti women fragrance, skin care, body care, dan make up," ujarnya.

Empat hal ini menjadi kategori penting bagi The Body Shop Indonesia karena kontribusi penjualannya cukup besar, bahkan mendekati 60 persen.

Public Relations & Community Manager The Body Shop® Indonesia, Ratu Ommaya mengatakan di masa pandemi ini, The Body Shop juga menghadirkan produk limited edition edisi Christmas.

" Ada winter jasmine, festive berry, dan warm vanilla. Lalu, ada juga beragam jenis gift untuk saling bertukar dan mengirimkan ke kolega orang-orang tersayang dalam rangka Natal dan Tahun Baru, mulai dari harga Rp 69.000 sampai Rp. 1.789.000," ujar Ratu.

Sebagian penjualan produk Christmas ini nantinya akan didonasikan untuk mendukung rehabilitasi korban kekerasan seksual dan perjuangan #Sahkan RUU PKS.

"Kami mengajak customer untuk mendukung kampanye Stop Sexual Violence melalui donasi di kasir dan juga mengisi petisi yang dapat dilakukan di gerai ataupun melalui microsite," ujarnya. (tribunjabar/putri puspita)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved