Wisata Alam

Menjajal Gunung Koromong di Bandung Selatan, Berjalan, Bersepeda, atau Bermotor Trail Sama Asyiknya

"Jalurnya 90 persen nanjak. Jadi memang butuh tenaga dan mental yang kuat untuk melewatinya. Saya sampai di sini kira-kira dua jam"

Editor: Adityas Annas Azhari
TribunJabar/Mega Nugraha
Gunung Koromong di perbatasan Kecamatan Arjasari dan Baleendah, Kabupaten Bandung 

WARGA maupun para pendaki dan pemotor trail menyebutnya Gunung Koromong. Berada di perbatasan Kecamatan Arjasari dan Baleendah, Kabupaten Bandung. Gunung ini "menyatu" dengan Gunung Geulis, Cadas Palintang hingga tembus ke Kecamatan Ciparay dan Pacet.

Gunung Koromong termasuk favorit di kalangan pendaki pemula di Kabupaten Bandung. Bisa diakses dari Jalan Mekar Mulya di Kelurahan/Kecamatan Baleendah. Bisa juga ditempuh dari Kampung Ciruum, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari.

Ketinggian gunung, atau lebih tepatnya bukit ini, cuma 996 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Jarak tempuh dari batas perkampungan ke puncak gunung sekitar delapan kilometer. Jika berjalan santai, bisa ditempuh hanya dalam dua jam. Sepanjang perjalanan, didominasi pohon bambu.

Gunung Koromong yang berada di perbatasan Kecamatan Arjasari dan Baleendah, Kabupaten Bandung
Gunung Koromong yang berada di perbatasan Kecamatan Arjasari dan Baleendah, Kabupaten Bandung (TribunJabar/Mega Nugraha)

Bagi para pemotor trail, jalur Gunung Koromong terbilang pendek. Namun karena medan tanjakan yang panjang, banyak dari pemotor trail yang kesulitan melewatinya. Akan tetapi, perjuangan melewati tanjakan panjang dan tikungan-tikungan tajam, langsung terbalas saat berada di puncak.

Di puncaknya, terdapat tanah datar dengan batuan cadas. Dari puncak Gunung Koromong, landscape pemandangan Bandung dalam cekungan terhampar sangat jelas. Begitu pula puncak Gunung Tangkubanparahu, Bukit Tunggul, dan Manglayang di utara, dan pegunungan Malabar di sebelah selatan.

Jika malam hari, pemandangan di utara gemerlap dengan titik-titik lampu kota yang ada di Kota Bandung. Saat pagi menjelang, sekeliling puncak dikelilingi lautan awan. Berkelindan dengan pemandangan matahari terbit di sebelah timur.

Bagi Rian Kusmawan (26), warga Cibiru Kota Bandung, Gunung Koromong merupakan gunung yang jalur pendakiannya tidak berat. "Puncak gunungnya mudah diakses. Jalan kaki bisa sampai kurang dari dua jam. Cuma jalur nanjaknya saja yang panjang," ucap Rian, ditemui di puncak gunung, Minggu (8/10).

Hal senada dikatakan Diki Zaelani (30), warga Cibiru. Meski tak terlalu tinggi dan jalur pendakian yang mudah, kata Diki, keindahan pemandangan di puncak Gunung Koromong tak kalah dari gunung-gunung lainnya yang lebih tinggi.

"Puncak gunungnya spektakuler. Dalam satu pandangan mata, bisa melihat sekeliling Bandung tanpa terhalangi, benar-benar landscape yang sempurna. Apalagi, pemandangan matahari terbit dan lautan awannya terbaik," ucapnya.

Fajar Alamsyah (33), pemotor trail, yang sudah dua kali menjajal jalur Gunung Koromong, mengatakan sekalipun terbilang pendek untuk ukuran jalur trail, jalur Gunung Koromong bukan jalur yang mudah.

"Jalurnya 90 persen nanjak. Jadi memang butuh tenaga dan mental yang kuat untuk melewatinya. Saya sampai di sini kira-kira dua jam," ucap Fajar, warga Baleendah.

Bersama temannya, Angga (40), Fajar berencana melanjutkan perjalanan hingga ke Gunung Geulis hingga keluar di Jalan Raya Arjasari.

"Setelah itu, lanjut lagi ke Gunung Puntang. Ada jalurnya. Nanti keluar Arjasari, masuk lagi Citiis masuk Pegunungan Malabar dan ada jalur langsung ke Puntang," ucapnya.

Berbeda dengan para pendaki yang tak dikenai tiket masuk, para pemotor trail harus membayar tiket saat hendak menjajal Gunung Koromong. Satu sepeda motor hanya dikenai tiket Rp 5.000. (tribunjabar/meganugraha)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved