Pacu Andrenalin Melalui River Tubing di Sungai Cisanggarung, Kabupaten Kuningan, Tarifnya Terjangkau

river tubing di kawasan Curug Bangkong cukup membayar Rp 10 ribu. Di sana, wisatawan bisa menikmati permainan air atau istilah daerahnya papalidan"

Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar/Ahmad Ripai
wisata river tubing di Sungai Cisanggarung,kawasan Curug Bangkong, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan. 

KABUPATEN Kuningan kaya akan wisata air. Di antara dominasi wisata balong (kolam) dan air panas alami, ada juga wisata untuk river tubing dan arum jeram.

"Di Kuningan, ada tiga titik lokasi wisata yang ada river tubing atau arung jeram," kata Pembina Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Kuningan, Samjep alias Samsudin, saat dihubungi ponselnya, Jumat (6/11).

Tiga wisata yang memanfaatkan arus sungai tersebut ada di Desa Kertawirama di kawasan Curug Bangkong Kecamatan Nusaherang, Desa Windujanten di Kecamatan Kudugede, dan
Desa Sukaimut di Kecamatan Garawangi.

Meskipun berada di desa berbeda, ucap Samjep, tiga wisata itu sama-sama memanfaatkan daerah aliran Sungai Cisanggarung.

Pengelolaan dan pengawasan wisata-wisata tersebut dilakukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Biaya untuk menikmati wisata air itu terjangkau.

"Untuk river tubing di kawasan Curug Bangkong cukup membayar Rp 10 ribu. Di sana, wisatawan bisa menikmati permainan air atau istilah daerahnya papalidan," katanya.

wisata river tubing di Sungai Cisanggarung,kawasan Curug Bangkong, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan.
wisata river tubing di Sungai Cisanggarung,kawasan Curug Bangkong, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan. (Tribun Jabar/Ahmad Ripai)

Kepala Desa Kertawarima, Dani, mengatakan objek wisata Curug Bangkong sudah dikenal sejak 1980-an. Namun, Curug Bangkong baru populer dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, nama Bangkong diambil dari keyakinan warga soal adanya katak besar (bangkong) di lubang yang ada di air terjun itu.

"Ketika itu ada katak besar dan tiap malam mengeluarkan suara hingga terdengar hampir ke pemukiman warga desa. Bahkan bisa terdengar hingga jalan nasional (Jalan Ciamis-Cirebon)," kata Dani. Suara keras katak itu, ucapnya, tak mengenal musim.

Sejak itu, air terjun itu dinamai Curug Bangkong hingga sekarang. "Aliran airnya masih dari Cisanggarung atau dari Waduk Darma," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved